bolok-1

 

Moral-politik.com. Selangkah lagi warga Kota Kupang dan sekitarnya sudah bisa menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Nusa Tenggara Timur (NTT) atau PLTU Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Saat ini pekerjaan PLTU Bolok sudah memasuki tahap steamblow, atau permbersihan pipa menuju turbin, yang sudah dimulai sejak Selasa (18/6).

“PLTU kapasitas 2×16,5 mega watt (MW) ini menyisakan tahap pemutaran turbin, sebelum  dilakukan sinkronisasi,” kata Manajer PLN UPK 1 UIP XI Nusra, Ari Susetijo, di Kupang, Kamis (20/6).

Ari Menjelaskan, tahapan steamblow  adalah tahapan pembersihan kotoran pipa menggunakan uap  tekanan tinggi sebelum menuju turbin. Setelah pipa menuju turbin dinyatakan bersih barulah diijinkan memutar turbin.

Steamblow mulai dilakukan Selasa, 18 Juni 2013. Hari pertama  sebanyak 18 kali tembakan uap  tekanan tinggi ke pipa menuju turbin.  Uap tekanan tinggi yang membersihkan pipa, dibelokkan ke pipa keluar sebelum mencapai turbin.  Tahap awal pada pipa keluar tampak seperti asap tebal berwarna putih. Tahap selanjutnya uap tekanan tinggi yang ditembakkan pada ujung pipa keluar , tidak lagi tampak asap putih. Hanya tampak bening bagai fatamorgana.

“Hari ini sudah tujuhbelas kali ditembakkan, dengan durasi setiap tembakan sekitar  satu  menit. Sedangkan jarak antara satu tembakan dengan tembakan berikutnya rata-rata 10 menit sampai 15 menit,” jelasnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk setiap tembakan, lanjut Ari,  menunggu pembakaran di boiler  yang   menghasilkan uap tekanan tinggi. Pembakaran yang sudah menggunakan batubara, tidak tampak  asap keluar di cerobong, karena sudah menggunakan peralatan ESP (electro static precitator)  sebanyak tiga unit yang berfungsi menangkap debu dari pertikel kasar hingga berbentuk debu.

Baca Juga :  Kakanwil Depag NTT: Jangan Potong Gaji untuk Kepentingan Pribadi

Sebagaimana disaksikan, setiap tembakan uap tekanan tinggi diawali dengan pemberitahuan  peringatan dan sirene. Pada pipa pembuangan keluar menghasilkan suara dengung yang keras hingga mencapai 113 db (decibel) yang diukur menggunakan sound meter dari jarak 50 meter  Setiap tembakan baru menggunakan kekuatan sebesar 50 persen hingga 60 persen atau tekanan sekitar 30 BAR.

Menurutnya, jika steamblow sukses membersihkan hingga partikel yang paling kecil  dan halus,  membutuhkan waktu paling cepat tiga hari hingga satu minggu. Setelah semuanya beres, barulah  bisa melangkah ke pemutaran turbin. Selanjutnya dilakukan sinkronisasi, yang membutuhkan  pasokan listrik besar bertegangan 70 kV.

Ari menambahkan setelah PLTU siap, pihaknya sangat membutuhkan transmisi 70 kV segera beroperasi, terutama mulai gardu Induk (GI) di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa menuju PLTU Bolok.

“Untuk pengoperasian PLTU, berawal dari GI Maulafa menaikkan tegangan Listrik dari PLN  dari 20 kV menjadi 70 kV kemudian disalurkan melalui transmisi 70 kV menuju PLTU Bolok,” ujarnya.*** (AVI)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 22 = 27