45

 

Moral-politik.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Nusa Tenggara Timur (NTT)  dalam sidang lanjutan gugatan Pemilihan Gubernur  NTT pada putaran kedua di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6),  menghadirkan beberapa saksi  dan secara tegas membantah semua tuduhan yang disampaikan kubu Esthon-Paul dalam sidang sebelumnya.

Yanto Ekon selaku Kuasa Hukum KPU NTT  kepada wartawan, Jumat  (21/6) mengatakan, seluruh saksi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tindak pidana Pilgub NTT putaran kedua membantah seluruh tuduhan Paket Esthon-Paul terhaap KPU NTT.

“Seluruh saksi yang diajukan membantah semua tuduhan yang disangkakan Paket Esthon-Paul kepada KPU NTT,” katanya.

Yanto mengatakan, 14 TPS yang dituduhkan kepada KPU NTT bahwa terdapat tulisan yang sama, dan ada nama yang sama pada C1, jelas bukanlah produk KPU NTT atau diterbitkan dari KPU NTT. Dia juga menjelaskan, bukti yang diajukan KPU sebanyak 296 bukti surat yang membuktikan bahwa sama sekali tidak terjadi pelanggaran.

Sementara salah satu kuasa hukum KPU NTT, Melkianus Ndaomanu, SH menambahkan, semua saksi yang dihadirkan seluruhnya membantah semua tuduhan yang dikemukakan Eshton-Paul dalam permohonannya. “Mereka bantah semua itu. Jadi misalnya pelanggaran di Kabupaten SBD, Sikka, atau Lembata. Bahkan dari Lembata Pak Bupati sendiri yang memberikan kesaksian,” katanya.

Melkianus mengatakan , dalam sidang dengan agenda pembuktian ketiga tersebut, saksi yang dihadirkan pihak Esthon-Paul sebanyak 27 orang sedangkan  dari KPU sebanyak enam orang yakni Ketua KPU Sikka, KPU SBD, PPK Palue, Bupati Lembata, dan beberapa lainnya. “Besok akan dilanjutkan dengan pengajuan kesimpulan dari pihak Esthon-Paul dan KPU. Selanjutnya tinggal menunggu keputusan dari majelis,” paparnya. (richo)

Baca Juga :  Merumus "Systemic Linkage” Bisnis Pariwisata NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − = 9