04

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menerima penghargaan “World Statesman Award” yang diserahkan oleh Rabbi Arthur Schneier (kanan) di New York Amerika Serikat 30 Mei 2013. (sumber: EPA FOTO)

 

Moral-politik.com. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk membuktikan pidatonya di New York, ketika menerima penghargaan Statesman Award dari Appeal of Conscience Fundation di New York, Amerika Serikat dengan membuka segel atas Gereja GKI Yasmin, Bogor.

Juru bicara Jemaat GKI Yasmin, Bona Sigalingging, menjelaskan, pengurus gereja telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden SBY tertanggal 1 Juni 2013. Surat itu, dengan merujuk pada pidato SBY, meminta Presiden membuka segel gereja yang dipasang wali kota Bogor Diani Budiarto secara ilegal.

“Pengurus Gereja GKI Yasmin juga memberikan rujukan landasan hukum sesuai UU nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 79 tahun 2005,” kata Bona, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/6).

Menurutnya, SBY harus dapat membuktikan kesungguhan pidato yang berjanji akan lebih meningkatkan keharmonisan dan toleransi umat beragama di Indonesia.

Menurutnya jika dalam dua minggu gembok dan segel ilegal di GKI Yasmin yang sah masih dibiarkan dan jemaat tetap saja dibiarkan ibadah setiap dua minggu di seberang Istana Merdeka Jakarta, maka sah bila rakyat mengatakan bahwa pidato Presiden hanyalah bualan belaka.

Dalam kesempatan itu GKI Yasmin juga memberikan klarifikasi atas banyaknya pernyataan pejabat negara yang bias terkait GKI Yasmin, yang diberikan menjelang penyerahan penghargaan di New York.

Secara khusus klarifikasi diberikan kepada Menteri Agama Surya Dharma Ali, Staf Ahli Kemag Abdul Fattah, Sekkab Dipo Alam, Staf Ahli dan Juru Bicara Presiden bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizsyah.

Baca Juga :  Polemik Pengelolaan Parkiran, ini sikap Jonas Salean dan DPRD Kota Kupang

Mewakili jemaat HKBP Filadelfia, Palti Panjaitan, juga menuntut hal sama. Yakni meminta Presiden segera turun tangan menghentikan diskriminasi yang dialami jemaatnya di Bekasi.

Mewakili Jemaat Ahmadiyah, Ahmad Masiruddin pun masih menaruh harapan bahwa pidato SBY bukan sekedar retorika belaka. Jemaat Ahmadiyah meminta agar kasus Mesjid Ahmadiyah di Bekasi misalnya, agar bisa segera dibuka kembali supaya jemaat dapat beribadah sesuai keyakinannya, seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar. [Y-7]

Sumber: beritasatu.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 16 = 21