P24-06-13_10-38[1]

 

Moral-politik.com. Ratusan operator angkutan di Kota Kupang melakukan  aksi protes atas Peraturan Walikota (Perwali) soal penetapan tarif baru yang mulai diberlakukan Senin, 24 April 2013.

Adapun tarif baru yang diberlakukan tersebut untuk pelajar dan mahasiswa dalam kota (jauh-dekat), dari sebelumnya Rp 1.000 per penumpang, naik menjadi Rp 1.500 per penumpang, dan bagi penumpang umum dalam kota (jauh-dekat) sebesar Rp 2.000 per penumpang menjadi Rp 2.500 per penumpang.

Saat mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Senin (24/06) pagi, para operator angkutan mengemukakan bahwa uang Rp 500 dapat menjadi persoalan bagi mereka.

Menurut Dany Ratu, salah satu Koordinator para operator angkutan dan juga sebagai pemilik Angkutan Kota (Angkot) mengatakan, keberatan dengan tarif yang ditetapkan pemerintah Kota Kupang itu.

“Tarif yang ditetapkan ini sangat memberatkan kami, karena secara teknis saat ini uang pecahan Rp 500 sulit didapat. Untuk itu sopir dan kondektur jadi sasaran makian bahkan dianiaya pengguna Angkot bila tidak ada Rp 500 sebagai kembalian,” kata Dany Ratu.

Sehingga, kata Dany Ratu, para operator angkutan di Kota Kupang meminta kepada pemerintah agar tidak sepihak dalam menetapkan tarif baru dan terkesan tergesa-gesa.

Mempertimbangkan keadaan tersebut, katanya, idealnya untuk penumpang umum Rp 3000 dan pelajar/mahasiswa Rp 2000. (Ale)

 

 

 

 

Baca Juga :  Sekretaris Komisi A DPRD TTU penuhi panggilan polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

27 − = 20