Yohanes Rumat

Moral-politik.com. Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Cakrawala Nusantara (STIBA CN) Kupang  menerima siswa dari jurusan Bahasa di tingkat SMA semua jurusan baik dari SMU maupun SMK. Untuk kelas yang dipersiapkan yakni reguler dan extantion, dan membatasi kelompok belajar hanya 20 orang untuk setiap kelompok.

Ketua Yayasan STIBA CN Kupang, Yohanis Rumat kepada Moral-politik.com, Rabu (12/06) mengatakan, untuk setiap kelompok belajar kami batasi hanya 20 orang saja demi efektivita proses belajar mengajar.

Yohanis Rumat menjelaskan, STIBA CN Kupang didirikan sejak tahun 2002, dan telah menghasilkan sembilan angkatan, dan lebih fokus pada Jurusan Sastra Inggris untuk program S1, dan D-III untuk jurusan FKIP Bahasa Inggris.

Menurutnya, dalam pengajaran di jurusan FKIP Bahasa Inggris, para mahasiswa diajarkan untuk menjadi seorang guru atau dosen yang bisa mendidik siswa untuk mengajar atau mentransfer ilmunya, serta bisa berbagi kepada orang lain. Sedangkan fokus pada pola pengajaran jurusan Sastra Inggris, lanjutnya, mengajarkan Mahasiswa memahami makna Bahasa Inggris sesungguhnya, yang implementasinya bisa ke sektor apa saja.

“Ini kelebihan dari jurusan-jurusan yang ada di STIBA CN Kupang, yakni Sastra Inggris dan FKIP Bahasa Inggris, sehingga output-nya bisa ke bank, PNS, wartawan, dosen maupun profesi lainnya,” jelas Yohanis Rumat.

Ditegaskan Yohanis Rumat, Bahasa Inggris bagi orang NTT terkesan bahasa yang sulit untuk dipahami, sehingga orang cenderung enggan mempelajarinya. “Kalau masyarakat kita memahami bahwa ini bahasa orang lain, lalu kita masuk kesana dengan yang salah saat start atau awalnya, itu pertanda baik sebenarnya, karena hasil akhirnya nanti pasti akan baik,” papar Yohanis Rumat.

Menurutnya, tugas lembaga, dosen, kurikulum dan sistem untuk membentuk Mahasiswa menjadi mahir Bahasa Inggris, dan itu yang berlaku di STIBA CN Kupang. “Makanya kita tidak hanya terima khusus lulusan jurusan Bahasa di tingkat SMA saja, tapi semua jurusan, bahkan lulusan SMK juga kita tampung. Disini tempat membina yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Itu prinsip dasar kami,” pungkasnya.  (Ale)

Baca Juga :  3 Dosen Universitas Indonesia Diperiksa KPK

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here