Ilustrasi Telur Unggas

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Semuel Rebo mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi NTT sudah mengeluarkan surat tentang pelarangan masuknya telur unggas ke wilayah NTT. Berdasarkan surat tersebut, pihaknya melakukan pengawasan dengan memperketat masuknya telur unggas ke wilayah NTT dari semua pintu masuk, baik darat, laut maupun udara.

“Semua jenis telur unggas yang masuk ke wilayah NTT harus diperketat untuk menjaga NTT tetap bebas dari flu burung,” kata Semuel Rebo kepada wartawan di Kupang, Sabtu (22/06).

Menurut Semuel Rebo, hal itu perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya virus Flu burung ke wilayah Provinsi NTT karena hingga saat ini, NTT masih menjadi wilayah yang bebas dari flu burung sehingga perlu dijaga.

“Cara kita memperketat adalah dengan memberikan rekomendasi terbatas kepada perusahaan yang memang sudah melakukan tes biosecurity. Ini berlaku untuk seluruh wilayah NTT sehingga harus bisa diawasi oleh pemerintah kabupaten/kota, agar daerah ini bebas dari ancaman virus flu burung,” katanya.

Semuel Rebo mengungkapkan, selain mengeluarkan surat larangan tersebut, pemerintah juga sudah melakukan koordinasi dengan karantina hewan untuk melakukan pengawasan yang lebih baik dan ketat, terutama terhadap sejumlah perusahaan yang belum mengantongi rekomendasi dari departemen pertanian untuk memasarkan produk tersebut.

“Kita perlu pahami bahwa kita bukan sedang mempersulit pengusaha, tapi kita hanya melakukan pembatasan untuk kemanan daerah ini dari serangan flu burung yang sudah menjadi isu dunia, dan kita bersyukur NTT masih bebas dari flu burung,” ungkapnya. (Ale)

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Warga Keluhkan Angkot Tak Sesuai Trayek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here