111

Moral-politik.com. Yeswelda Mali, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 4 unit mobil dinas ambulance pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu tahun anggaran 2007, akhirnya dituntut selama 4,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Patrik Neonbeni, SH di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Jumat (7/6).

Selain itu, terdakwa dituntut JPU untuk membayar denda sebesar  Rp 200 juta atau subsidair tiga bulan kurungan.

Tuntutan JPU ini disampaikan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Khairulludin, didampingi hakim anggota Ansyori Sayfudin dan Agus Komarudin.  Tak hanya itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 62 juta. Apabila tidak dibayarkan maka akan diganti dengan penambahan hukuman penjara selama enam bulan.

Kuasa hukum terdakwa, Helio Caetano Moniz, SH usai persidangan mengaku, pihaknya keberatan dengan tuntutan tersebut. Nota keberataan akan disampaikannya saat persidangan berikut.

JPU  menyatakan perbuatan terdakwa telah memperkaya Wilfrid Atok sebesar Rp 62.677.000 dan mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 756.932.000 sebagaimana laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  (richo)

 

 

Baca Juga :  Messi Gagal Penalti, Barcelona Libas Celta Vigo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 3 =