9

Moral-politik.com. Perjuangan untuk menekan tingginya kasus TKI dan TKW ilegal tidak didukung oleh penegakkan hukum yang optimal ketika terjadi persoalan hukum. Kenyataan ini didukung dengan fakta bahwa kasus TKI dan TKW ilegal selama ini tak ada satu pun  yang tuntas hingga ke pengadilan.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Penempatan Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT, Jonathan Salukh di Kupang, belum lama ini.

“Lemahnya penegakkan hukum menjadi salah satu penyebab kasus TKI ilegal masih berlangsung hingga sekarang. Jujur, sampai hari ini belum ada satu kasus TKI ilegal yang sampai di Pengadilan. Ini yang membuat masyarakat tak jerah,” katanya.

Menurut Salukh, jika selama ini ada kasus TKI ilegal berujung di Pengadilan, dan para tersangka diberikan hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku, maka oknum lain yang ingin melakukan hal yang sama akan mengurungkan niatnya.

“Kalau ada yang dihukum, maka yang lain akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal itu,” ungkap Salukh.

Dia mengaku, telah berulang-ulang kali diambil berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, kasus-kasus tersebut seolah ditelan bumi, seiring besarnya kepentingan berbagai pihak.

“Paling kasus yang ada dihentikan, karena besarnya kepentingan di belakang berbagai kasus TKI ilegal yang terjadi,” ungkapnya. (Ale)

Baca Juga :  Tahun Ini pemkab Rote Ndao Hanya Rehab Dua Pustu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

26 + = 36