23

Moral-politik.com. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang putusan yang digelar Kamis (27/6) sekitar pukul 15.30 Wita, akhirnya menolak gugatan pemohon yakni Paket Esthon-Paul.  Permohonan ditolak oleh MK dalam sidang putusan itu, karena seluruh bukti yang diajukan oleh pemohon tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta.

Yanto Ekon, SH selaku kuasa hukum dari termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) NusaTenggara Timur (NTT) yang dihubungi wartawan, Kamis (27/6) mengatakan permohonan pemohon yakni Paket Esthon-Paul ditolak secara keseluruhan karena tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

“Seluruh gugatan dari pemohon yakni Paket Esthon-Paul secara keseluruhan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang di MK, Kamis (27/6) karena semua bukti yang diajukan  itu tidak benat adanya,” katanya.

Dia menjelaskan, semua bukti yang diajukan oleh paket Esthon-Paul terkait pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang diduga terjadi di tujuh Kabupaten itu semuanya direkayasa oleh Panwascam di Kabupaten masing-masing terutama di Kabupaten Sikka.

Selain itu, kata Yanto, bukti-bukti atau pelanggaran yang diajukan dalam sidang di MK yang menyatakan bahwa adanya pelanggaran tindak pidana dalam Pilgub NTT pada putaran kedua pada 23 Mei 2013 lalu itu, secara keseluruhan adalah asumsi atau sengaja dibuat-buat oleh orang-orang Paket Esthon-Paul.

Dia menjelaskan, berkaitan dengan hal itu majelis hakim di MK dalam sidang putusan itu menyatakan bahwa seluruh permohonan pemohonan dan segala sesuatu yang dibuat-buat oleh paket Esthon-Paul tidak mempengaruhi hasil Pilgub NTT. Sehingga majelis hakim menyatakan bahwa permohonan pemohon ditolak secara keseluruhan.

Dia juga mengatakan soal CI KWK itu dibuat oleh Panwascam dari sala satui Kabupaten yang diduga bermasalah. Terkait C1 KWK itu bukan merupakan produksi KPU NTT yang digunakan dalam Pilgub NTT pada putaran kedua 23 Mei 2013 lalu.

Baca Juga :  Rote : Pemkab Didesak Kerjakan Jober Pantai Baru

“Yang diduga oleh pemohon bahwa KPU  NTT melakukan kecuranagn dalam Pilgub NTT semuanya itu tidak, semuanya itu bohong. Kesalahan yang ada dalam putaran kedua Pilgub NTT pada 23 Mei 2013 lalu itu semuanya dilakukan oleh pemohon,” tegas Yanto. (richo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here