wamen TL

Moral-politik.com. Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) berencana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  untuk memberantas penyakit menular pada hewan  terutama di wilayah perbatasan kedua negara.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Samuel rebo di Kupang, Minggu (9/8) mengatakan, rencana kerja sama itu  sudah dibicarakan oleh Menteri Muda Peternakan Timor Leste, Valentino Varela, saat berkunjung ke Kupang beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan,upaya pencegahan penyakit menular pada hewan saat ini dinilai sangat penting, sehingga tidak merugikan kedua negara terutama masyarakat yang tinggal di wilayah  perbatasan.

” Hingga saat ini, penyakit menular pada hewan yang masih perlu diwaspadai adalah Brucelosis, SE, Hog Colera dan Rabies. Dengan begitu, penyebaran empat jenis penyakit menular pada hewan  ini perlu diantisipasi secara dini,” katanya.

Dia mengatakan, penyakit menular pada hewan yang patut diwaspadai  adalah Brucelosis dan SE yang lebih banyak menyerang sapi,apalagi wilayah perbatasan  antara kedua negara rentan terhadap masuk keluarnya ternak secara ilegal.

Saat ini, tambahnya, meskipun di pintu perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste sudah ada pos karantina hewan, lalu lintas ternak di wilayah perbatasan sering luput atau tidak terpantau oleh petugas karantina.

“Kita berharap rencana tersebut secepatnya dilaksanakan agar lalu lintas ternak di wilayah perbatasan sudah bisa terpantau dengan baik, sehingga hewan-hewan yang keluar masuk kedua wilayah ini sudah benar-benar terbebas dari bebagai macam penyakit,” tambahnya.*** (AVI)

 

 

 

Baca Juga :  Rakyat Amarasi diminta fokus urus lahan, tunda urusan pernikahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 69 = 79