40

 

Moral-politik.com. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ben Polo Maing mengatakan, daerah kawasan hutan di NTT semakin berkurang setiap tahun.

“Berkurangnya daerah kawasan hutan ini karena adanya peralihan fungsi hutan baik untuk pemukiman maupun sejumlah kepentingan lainnya,” kata Ben Polo Maing kepada wartawan di Kupang, Sabtu (22/06).

Menurut Ben Polo Making, saat ini kawasan hutan di NTT berjumlah 1.808.920 hektare atau 38 persen luas NTT. Namun luas kawasan hutan yang ada saat ini, tidak lagi sesuai dengan data tersebut. Bahkan kawasan hutan makin berkurang dan diprediksi di bawah 30 persen.

“Berdasarkan peta kawasan luas kawasan hutan 38 persen dari luas NTT, tapi kenyataan tidak seperti itu lagi, bahkan sudah di bawah 30 persen,” ungkapnya.

Berkurangnya kawasan hutan di NTT, kata dia, diakibatkan adanya pengalihan fungsi hutan untuk pemukiman dan berberapa hal lain. Saat ini banyak kawasan hutan yang sudah beralih fungsi, seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Terkait upaya reboisasi, dia menjelaskan, pada tahun 2012 lalu pemerintah NTT mengangarkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk reboisasi hutan. Hanya saja semua langsung dikelola oleh UPT-UPT bukan pada Dinas Kehutanan.

Dan tahun 2013 ini, lanjutnya, pihaknya belum mengetahui seberapa besar dana reboisasi di NTT. “Untuk reboisasi di NTT, biasanya langsung ditangani Balai Pengelola DAS, bukan dinas Kehutanan NTT,” katanya. (Ale)

Baca Juga :  Pemeriksaan terhadap Daniel Adoe soal 3 SK yang ditandatanganinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here