5

 

Moral-politik.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menduga warga korban banjir di Daerah Otonomi Baru (DOB) Malaka, sengaja merusak tanggul agar banjir. Kepala BPBD NTT Tini Thadeus mengatakan jika banjir warga medapat mata pencaharian baru dengan menyewakan perahu sebagai alat penyeberangan. Kata dia, hingga saat ini tanggul masih belum diperbaiki karena pemerintah masih menunggu anggaran perbaikan.

“Itu jebol tanggul, ada jebol tanggul di 3 titik yang sampai hari ini kami menunggu peralatan dari Camat dan dari Desa di sekitar tanggul itu, karena masyarakat di Malaka itu kadang-kadang nakal. Tahun lalu diperbaiki tanggulnya, lalu dibuka lagi. Ini dikarenakan pemikiran masyarakat itu bahwa kalau banjir itu Humus, yang kedua mereka punya semacam Speed Boat dan semacam perahu penyebrangan itu laku gitu loh,” kata Tini.

Kepala BPBD NTT Tini Thadeus mengklaim banjir yang kembali merendam sembilan desa di Kecamatan Malaka Barat, NTT saat ini sudah surut. Sebelumnya sejak Januari-Juni 2013 daerah Malaka Barat sudah berkali-kali diterjang banjir karena jebolnya tanggul yang berfungsi menahan luapan Sungai Benenain. Banjir ini setidaknya sempat merendam sekitar 1000 rumah warga di daerah tersebut. (Sil Sega)

Baca Juga :  Mestinya Sengketa Pilkada Ditangani KPU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

74 − 64 =