DSC00451

 

Moral-politik.com. Ratusan Pengusaha dan Sopir Angkutan Kota (Angkot) Kota Kupang, melakukan aksi demo ke DPRD Kota Kupang, Senin (24/6/2013) terkait  tarif  angkot yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota, lewat Peraturan Walikota (Perwali) Kupang Nomor 14 tahun 2013. Para pengusaha angkot meminta tarif dinaikan sebesar Rp.1.500 dari harga sebelumnya untuk pelajar menjadi Rp. 2000. Sedangkan untuk penumpang umum Rp. 2.500 menjadi Rp.3000.

Daniel Ratu, salah satu pengusaha angkot Querty line 2 dan 7 saat melakukan aksi demo, kepada wartawan mengatakan, tarif yang ditetapkan oleh pemerintah kota dengan kenaikan hanya Rp500 untuk penumpang umum maupun pelajar, merupakan keputusan yang sangat merugikan pengusaha angkot yang ada di Kota Kupang. “Dengan harga yang ada ini maka pengusaha angkot akan gulung tikar, sehingga kita minta supaya ini dinaikkan menjadi Rp.1000 bagi pelajar maupun umum,” kata Daniel.

Ratu menegaskan, sejak tanggal 1Juni lalu semua harga onderdil kendaraan telah mengalami kenaikan dan telah memberatkan pengusaha angkot dalam mengoperasionalkan kendaraannya. Selain onderdil yang mengalami kenaikan, harga oli juga mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga pemerintah harus cermat dalam menetapkan tarif.

DSC00450

“Ini bukan karna adanya kenaikan BBM tapi tarif yang ada ini sudah terlalu lama berlaku, sementara harga onderdil sudah mengalami kenaikan berulang kali!” tandasnya.

Lebih jauh Daniel Ratu mengatakan, sesuai Perwali Nomor 14 tahun 2013, tarif angkot hanya mengalami kenaikan Rp.500. Hal ini akan menyulitkan para kondektur dalam mengembalikan uang penumpang karna pecahan uang Rp.500 sudah sulit ditemukan.

“Tahun 2009 lalu kita minta tarifnya harus Rp.1500 untuk pelajar tapi akhirnya diturunkan lagi oleh pemerintah. Sekarang harga yang sama lagi diajukan. Ini membunuh kami pengusaha angkot!” serunya. (Ikzan)

Baca Juga :  Turnamen Menpora Cup di Borong : Komodo Fc juara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 − = 18