21

 

Moral-politik.com. Kota Kefamernanu, yang selama beberapa hari terus diguyur hujan, akhirnya tadi pagi Minggu (23/5), kembali mentari menampakkan sinarnya. Situasi sedikit lebih cerah, dari 3 hari sebelumnya, meskipun sebentar-sebentar awan hitam kembali menutupi cahaya surya di bumi Miomaffo, Insana, Biboki ini.

Tapi itu bukan berarti sudah tak ada hujan lagi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sebab beberapa wilayah di kabupaten ini, terutama Kota Kefa mulai dari arah terminal bis sampai bagian utara menuju Wini dan Oekusi, hujan masih tetap turun kendati tak sederas kemarin.

Hilarius, warga Jl Seroja, Kelurahan Oesena, Kecamatan Miomaffo Timur membenarkan bahwa di wilayah utara dari kota Kefa masih ada hujan dengan intensitas yang lebih rendah.

“Sebentar hujan rintik-rintik, kemudian berhenti, dan hujan lagi,” ungkap Hilarius.

Hilarius yang ditemui di kediamannya mengaku, sejak beberapa hari terakhr ini pihaknya sama sekali tidak bisa melakukan aktivitas di luar.

Pantauan Moral-politik.com, beberapa sungai yang  kemarin meluap deras mulai surut, baik sungai Km4 cabang Eban, Miomaffo Barat maupun beberapa sungai kecil yang melintas di wilayah ini dan sejumlah sungai besar.

Begitupun sungai Noemuti yang pada posisi kemarin  menumbangkan tiang jembatan proyek multi yers tahun 2011 senilai Rp 3 M itu, pagi tadi dikabarkan mulai redah, dan bisa disebrangi oleh warga masyarakat,  terutama umat Kritiani di Kelurahan Fatumuti, Oenak, Bijeli yang hendak merayakan misa hari Minggu di Gereja Tua, Kelurahan Noemuti, Kote, Kecamatan Noemuti.

Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur Kabupaten TTU sejak beberapa hari membuat aktivitas masyarakat kabupaten ini, terutama warga Kota Kefamenanu menjadi sepi. Tidak banyak aktivitas yang terjadi di Kota ini, termasuk instansi pemerintah.

Baca Juga :  GAPB NTT Nilai Bawaslu dan Polisi Permainkan Rakyat NTT

Hingga berita ini diturunkan, kekuatiran sejumlah warga bahwa hujan yang tidak pernah redah ini akan mengakibatkan terjadinya sejumlah  bencana di beberapa kecamatan baik banjir maupun longsong, tampaknya hanyalah sebuah kekutiran belaka.  Karena hingga saat ini belum ada kabar tentang bencana dari daerah ini, kecuali 1 tiang baton jembatan Kote-Noemuti yang tumbang kemarin dini hari, mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.  Namun dari situasi alam yang lebih banyak ditutpi oleh awan hitam, masih berpeluang terjadinya hujan lebat seperti tiga hari sebelumnya. (amy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

62 + = 68