7

 

Moral-politik.com. Ternyata hujan yang terus mengguyur  wilayah  Kabupaten TTU selama beberapa hari lalu,  tidak saja menumbangkan tiang jembatan Kote, Noemuti, tetapi jembatan Noeniti, Desa Noeltoko, Kecamatan Miomaffo Barat pun  hanyut terbawa banjir. Akibatnya,  mobilisasi dan arus transportasi di desa itu menuju  Eban Ibukota Kecamatan Miomaffo Barat lumpuh hingga hari ini.  Begitupun mobilisasi dan transoprtasi dari  Dusun B desa tersebut ke Oetulu dan Oelolo, Kecamatan Musi jadi terhambat.

Yasinta Leolmin, Kades Noeltoko menjelaskan, peritiwa ini terjadi beberapa hari lalu akibat hujan deras sejak Kamis (20/6). Menurut dia, akibat banjir kiriman yang cukup besar, jembatan termasuk bronjong penahan longsor di sekitar jembatan Noeniti yang  terletak di wilayah RT 04/ RW 02, Dusun A  tersapu banjir malam itu.

“Bronjong sepanjang 500 meter terbawa banjir kiriman. Saat ini yang bisa melintas di lokasi longsor hanya bisa manusia saja, sementara kendaraan bermotor baik itu roda dua dan roda empat tak bisa melintas sama sekali,” ungkap Yasinta.

Dia juga mengungkapkan pihaknya  sudah melaporkan  bencana tersebut ke pemerintah kecamatan dan Pemkab TTU.

Menurut dia, akibat terputusnya jembatan Noeniti, warga terpaksa melintasi kali jika ingin menuju ke pusat Kabupaten TTU. Oleh karena itu, lanjutnya, warga kesulitan jika ingin menjual hasil kebun ke pusat kabupaten.

“Belum lama ini ada warga yang hendak menjual hasil panen jagung namun belum terlaksana sama sekali. Hasil panen warga itu berupa satu ton jagung yang masih tertahan di Desa Noeltoko,” ujarnya. (amy)

 

Baca Juga :  ONE Fighting Championship Akan Digegerkan Ring Girl Felixia Yeap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + = 8