BELU_JUDITH LORENZO_ANTRIAN PANJANG BBM 01 003

Moral-politik.com. Hingga hari ini, Rabu (5/6) masih terjadi antrian yang panjang di dua SPBU Kefamenanu. Akibat antrian panjang ini, sejumlah sopir angkutan maupun kendaraan ojek mengaku penghasilan mereka turun dari biasanya.

Moses Taena, sopir pick up (kendaraan ojek) yang diminta pendapatnya  mengaku, sejak beberapa hari terakhir terjadi kelangkaan BBM di TTU mengakibatkan penghasilan mereka menurun.

“Biasanya penghasilan kita tiap hari rata-rata di atas Rp 350.000; bahkan kadang ada yang mencapai Rp 400.000-Rp 500.000, tapi setelah ada kelangkaan BBM ini penghasilan kita jadi menurun sekali, paling-paling pemasukan kita hanya Rp 200.000. Bahkan ada juga yang tidak sampai,” ungkap Moses yang mengaku sudah malang melintang dalam dunia sopir.

Karena itu, dia sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan penertiban sehingga pengisian BBM bisa lebih lancer seperti sediakala.

Hal serupa diungkapkan oleh Yosep, sopir angkutan kota. Menurutnya, mulai dengan adanya kelangkaan BBM, pemasukan angkot yang dikendarainya menurun. “Kita biasanya tiap malam harus setor Rp 200.000, tapi sekarang dengan antrian yang cukup lama ini, kita kewalahan. Paling-paling cuma Rp 150.000. Kadang boss marah-marah, tapi mau bagaimana, kenyataannya begitu,” ungkapnya.

Seperti dipantau Moral-politik.com, kelangkaan BBM di TTU sudah terjadi selama 1 pekan lebih, terutama premium. Kelangkaan ini terjadi akibat ketersediaan premium di dua SPBU di Kefamenanu ini hanya masing-masing berkisar 5.000-10.000 liter. Sementara yang tersedia dalam jumlah yang cukup yakni Solar dan Pertamax. (amy)

 

 

 

 

Baca Juga :  Risun Riswanto : Dermaga Tenau Kupang Segera Diperluas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 51 = 60