9

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Setelah menunggu cukup lama dan tak ada penyelesaian, akhirnya pemilik lahan di lokasi Kantor Camat Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Osias Bulan menutup ruas jalan masuk menuju kantor camat tersebut, Minggu (16/6) siang.

Pemilik tanah, Osias Bulan yang dihubungi Moral-politik.com  pertelepon, Selasa (18/6) mengungkapkan, penutupan itu dilakukan pihaknya sebab Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkesan apatis dalam menyelesaikan persoalan lahan yang masih bermasalah tersebut. Pasca penutupan itu, kata dia, aktivitas pelayanan di kantor yang dipimpin Camat Rote Timur, Benay Forah  lumpuh dan tidak ada aktivitas perkantoran.

“Kesannya Pemerintah Kecamatan tidak miliki inisiatif untuk menyelesaikan permaalahan ini. Pak Camat tidak bantu mefasilitasi antara kami selaku pemilik tanah dengan pemerintah Kabupaten. Hal ini yang mendorong saya untuk menutup jalan masuk ke kantor camat!” tandasnya.

Ulah camat yang tidak mefasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan itu didesaknya supaya dicopot dari jabatannya.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao supaya camat Rote Timur dicopot dari jabatannya!” tukasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan kantor camat itu oleh Pemerintah dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan pihaknya. Sebab menurutnya, pembangunan kantor itu dilakukan sebelum Kabupaten Rote Ndao menjadi daerah otonom.

“Pembangunan kantor itu dilakukan tanpa meminta ijin kepada saya terlebih dahulu. Waktu itu Rote Ndao masih tergabung dengan Kabupaten Kupang, dan pada waktu itu juga saya sudah mengingatkan mereka. Camat saat itu atas nama pak Miky arahkan saya ke Kantor Bupati Kupang, dan saya sudah pernah berapa kali mendatangi ke Kantor Bupati Kupang, namun mereka hanya terus berjanji. Terakhir kali ke Kabupaten, saya diarahkan lagi oleh Pihak Kabupaten Kupang bahwa urusan sudah diserahkan ke Kabupaten Rote Ndao. Atas arahan itu, saya beberapa kali bertemu pak Bupati Rote Ndao saat itu yaitu Pak Kristian Dillak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Untim: Wisuda Didominasi FKIP

Bahkan, kata dia, dirinya telah berulang kali menemui Bupati Dillak, lagi-lagi dirinya dijanjikan untuk penyelesaian lahan tersebut, namun tak kunjung diselesaikan.

“Saya dijanji terus tetapi tidak pernah terealisir,” katanya.

Bahkan, kata dia, usai masa kepemimpinan Bupati Dillak, dirinya pernah menyurati Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, namun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tak pernah menanggapi suratnya.

Merasa kecewa dengan sikap Pemkab Rote Ndao yang terkesan mengabaikan hak-haknya atas lahan tersebut, dirinya nekat menyegel lokasi kantor camat itu. Sebab menurutnya, lahan tersebut masih berstatus miliknya.

“Saat ini saya sudah tidak mau berbicara banyak lagi. Terpaksa saya mematok karena tanah ini adalah sah milik saya. Saya minta Pemda supaya segera menyelesaikan persoalan ini!” tandasnya.

Ditambahkannya, dirinya sempat menyampaikan persoalan itu ke Camat Rote Timur, namun tidak juga ada jalan keluar.

“Kalau sampai tidak dikasi ganti rugi maka saya tutup secara paksa kantor ini!” katanya, serius.(lima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 55 = 59