made rusna

Moral-poltik.com. Tujuh korban yang mengalami  luka berat akibat kecelakaan Pesawat Merpati MA 60 di Bandara El Tari Kupang, Senin,10 Juni 2013 lalu akan mendapat santunan dari  PT Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Unit Humas dan Hukum PT.  Jasa Raharja  Cabang NTT, Made Rusna saat ditemui Moral-politik.com, Rabu  (12/6) menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku, bagi korban luka yang dirawat di rumah sakit mendapat maksimal  Rp 25 juta.

Menurutnya, berdasarkan data, ada tujuh penumpang pesawat naas tersebut yang sampai saat ini  masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang. Mereka adalah Alfonsius Mite yang mengalami luka benturan di bagian kepala, Emilianus Mite luka robek di bagian pelipis.

“Korban lainnya, Theresia Mite, luka sayat di leher dan patah tangan, Aditya Priyoto, co pilot, diduga alami patah tulang belakang, Dionisia Lani diduga patah tulang belakang, serta Orisman Manre dan Aloysius terdapat benda asing di kaki,” ujarya.

Sementara itui, Presiden Direktur PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo,  yang sempat berkunjung ke Kupang, Selasa (11/6) mengatakan, pihak Merpati akan bertanggung jawab atas semua kebutuhan dan kerugian yang dialami.

Hanya saja, menurut Rudy, pihaknya masih harus menemui para korban terlebih dahulu dan  mengetahui kebutuhan para penumpang tersebut dan bagaimana keadaannya.

Sayangnya, Rudy tidak menyebutkan bantuan seperti apa yang diberikan pihak merpati kepada para penumpang pesawat Merpati tipe MA 60 bernomor penerbangan MZ 6517, yang mengalami  kecelakaan karena hard landing di ujung landasan 07 Bandara El Tari, Senin (9/6) lalu.*** (AVI)

 

 

Baca Juga :  Walikota Kupang: Tenaga Honor Malas Dirumahkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

60 − = 59