8

Moral-politik.com. Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kupang, saat ini melakukan seleksi ketat dalam melakukan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri (LN). Hal ini untuk mengurangi permasalahan kasus TKI yang sering muncul.

“TKI lebih memilih diberangkatkan calo tenaga kerja daripada BP3TKI, karena kita dalam seleksi sangat ketat. Kalau dari hasil kesehatan  diketahui mengidap penyakit, kita tidak akan beri izin untuk berangkat, sedangkan dengan calo, tidak ada pemeriksaan kesehatan,” kata Kepala BP3TKI Kupang, Tumbur Gultom kepada Moral-politik.com, Selasa (11/06).

Para calo tenaga kerja, kata dia, tidak berbeda dengan penjual obat di kaki lima, yang merasa lebih pintar dari dokter, sehingga banyak iming-iming yang dijanjikan untuk bisa bekerja di LN.

“Sebelum berangkat saja, orangtua calon TKI sudah diberi uang Rp 2 juta agar mengizinkan anaknya bisa berangkat. Orangtua mana yang tidak senang diberi uang Rp 2 juta, lalu anaknya diberi pekerjaan, maka mereka mau saja disuruh tanda tangani surat izin untuk anaknya menjadi TKI,” ujar Tumbur Gultom.

Dia mengatakan, setiap calon tenaga kerja yang hendak diberangkatkan ke LN oleh pihaknya, selain harus melewati seleksi kesehatan sesuai aturan yang ada, termasuk juga masalah usia, calon TKI diberikan  pelatihan 200 jam untuk penempatan di Malaysia, sedangkan ke Hongkong diberi pelatihan 400 jam.

“Itu kita buktikan dengan rekaman CCTV, jadi tidak sembarang,” kata Tumbur Gultom.

Setelah dinyatakan lulus dalam seleksi, lanjut Tumbur Gultom, akan dilakukan uji kompetensi lagi untuk memperoleh sertifikat.

“Yang menguji adalah lembaga independen, jadi kita tidak bisa bohong-bohongan. Kalau berangkat dari sini memang betul-betul bagus, supaya mengurangi permasalahan yang ada, karena selama ini permasalahan banyak, yang tidak sehat dikirim,” tambahnya. (Ale)

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru ada pasar murah di TTS

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 1