Kendaraan Uji Emisi

 

Moral-politik.com. Program pengendalian pencemaran dengan melakukan uji emisi pada kendaraan bermotor tidak akan memberikan solusi, tanpa ada tindakan tegas bagi kendaraan yang berpotensi melakukan pencemaran udara.

Hal ini disampaikan Kepala Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pencemaran Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Bere kepada wartawan di Kupang, Selasa (25/06).

Menurut Petrus Bere, kegiatan uji emisi tersebut diselenggarakan selama 3 hari mulai 25 sampai 27 juni 2013 oleh BLHD NTT bersama Dinas Perhubungan dan Polda NTT. Petrus mengatakan, kegiatan itu berpusat di tiga titik dalam Kota Kupang, yakni jalan El Tari, jalan Timor Raya-Oesapa, dan jalan Pahlawan Nunbaun.

Pantauan wartawan di jalan El Tari, tepatnya di depan kantor DPRD NTT, ratusan mobil atau kendaraan roda empat berbahan bakar bensin maupun solar yang melintas di jalan tersebut, tampak antri mengikuti uji emisi mesin kendaraan.

Tampak setiap kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas yang melewati jalur El Tari dihentikan untuk mengikuti uji emisi pada mesin kendaraannya, terkecuali kendaraan umum, yakni angkot dan bus.

Petrus Bere menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas udara perkotaan dengan menurunkan tingkat pencemaran udara dari sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor.

Petrus Bere mengakui belum menindaklanjuti setiap kendaraan bermotor yang berpotensi mencemari lingkungan, sejauh ini upaya yang dilakukan oleh BLHD NTT dalam menyukseskan program kementerian lingkungan hidup tentang pengendalian pencemaran lingkungan, hanya sebatas himbauan dan penyuluhan.

Petrus menambahkan, kegiatan uji emisi ini telah dimulai sejak tahun 2012 secara rutin sekali dalam setahun, untuk mengukur tingkat pencemaran udara di perkotaan. Untuk sementara waktu, kegiatan ini berpusat di Kota Kupang saja. (Ale)

Baca Juga :  Mobil Pol PP Kota Kupang Dilempari Pendemo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 8 = 1