4

 

Moral-politik.com. Kegagalan Barcelona meraih prestasi di kancah Eropa dalam dua musim terakhir, membuat mereka langsung bergerak cepat. Tidak lama setelah kompetisi berakhir, Barca langsung mendatangkan megabintang Brasil, Neymar da Silva.

Kedua belah pihak menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan nilai transfer €72 juta (setara Rp909 miliar) pada 27 Mei lalu. Namun Presiden Barcelona, Sandro Sosell menyadari langkah besar pihaknya ini memiliki risiko besar.

Ada dua alasan. Pertama tentu saja terkait dana besar yang dikeluarkan Barca yang diharapkan sebanding dengan kontribusi yang diberikan Neymar. Kedua dan yang tidak kalah penting, bagaimana reaksi Lionel Messi dengan kedatangan Neymar.

Messi dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi bintang andalan Barca di lini depan. Sehingga kehadiran Neymar sebagai bintang muda Brasil yang juga berposisi sebagai pemain depan disinyalir justru bisa menciptakan persaingan dan merusak permainan tim.

Seperti dilansir Marca, sebelum resmi mengontrak Neymar akhir Mei silam, manajemen klub terlebih dahulu menemui Messi untuk ‘meminta persetujuan’ sekaligus mengetahui apa yang ada di benak striker Argentina itu jika Neymar bergabung dengan Barca.

Beruntung, Messi bersikap positif dan menyarankan klub untuk terus maju memenangkan persaingan mendapatkan Neymar yang tengah diincar klub-klub besar Eropa. Messi sangat menyadari jika Barca membutuhkan pencetak gol lain sehingga tidak semua beban harus diemban oleh dirinya.

Musim ini, kiprah tiga striker Barcelona, Pedro, David Villa dan Alexis Sanchez Alexis memang di bawah harapan klub. Terbukti dengan sejumlah hasil pertandingan mengecewakan yang diraih Barca. Puncaknya, kala Barca kalah telak 0-7 dari Bayern Munich di dua laga semifinal Liga Champions.

 

Sumber: viva.co.id

Baca Juga :  PMI TTU Masih Jalan di tempat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

21 − 19 =