24

Moral-politik,com. Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr meminta agar para orangtua dan guru terus melaksanakan tugas pembinaan dan pendidikan bagi kehidupan rohani dari anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah.

Permintaan itu disampaikan dalam rekoleksi terhadap para pengurus DPP Paroki St, Antonius Padua Sasi, Senin (17/6) di aula paroki.

Menurut Mgr Domi, dewasa ini sangat dibutuhkan pembinaan dan pendidikan moral, pedidikan rohani  bagi anak -anak  karena begitu besar pengaruh teknologi yang menyebabkan anak-anak banyak yang terjerus pada hal-hal yang tidak sama sekali diinginkan, baik oleh orangtua, guru dan masyarakat.

“Kalau dulu, bahaya datang dari luar, tetapi kalau sekarang justru bahaya itu ada di dalam rumah, di dalam ruang kelas, karena ada HP, karena ada laptop dan sebagainya, yang bisa mengakibatkan anak-anak terpengaruh dan dapat melakukan hal-hal yang salah, jatuh dalam dosa,” tegas Uskup Domi.

Karena itu, orangtua dan guru harus selalu melakukan pengawasan, pembinaan dan pendidikan yang maksimal, baik di rumah maupun  di sekolah.

“Sangat keliru besar, kalau di sekolah–sekolah kita berlomba–lomba  buat penipuan untuk kejar 100 %, sementara kita mengalami krisis yang begitu besar, krisis iman, krisis nilai di mana-mana. Ini yang harus kita perhatikan. Karena itu saya minta sebagai pengurus DPP tolong perhatikan masalah krisis iman dan krisis nilai,” ungkap Uskup. (amy)

Baca Juga :  Kota Kupang : Bensin Eceran Naik dari Rp5 ribu ke Rp7 ribu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

69 − 65 =