3

Moral-politik.com. Walikota Kupang, Jonas Salean kuatir listrik di wilayah Kota Kupang akan terancam padam pada Juni nanti. Pasalnya  saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 KV yang menghubungkan PLTU Bolok dengan Gardu Induk (GI) Fatukoa hingga kini belum bisa dipasang, karena pemilik lahan di kelurahan Kolhua menolak lahanya dilewati oleh jaringan tersebut.

“Sampai saat ini masih ada satu tower yang fondasinya selesai dibangun sejak 23 Februari 2011, tapi belum juga bisa dipasang hingga sekarang,” kata Jonas Salean kepada wartawan di Kupang, jumat (07/06).

Tower 51 di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, yang dulu tanahnya atas nama Yosef Takenta dan sekarang Jack Kala telah membangun rumahnya di atas lahan itu. Tanah itu merupakan transmisi sebagai jantung untuk mengalirkan setrum dari PLTU Bolok ke Kota Kupang.

“Jaraknya hanya satu tower dengan GI, sehingga kalau dialihkan ke tempat lain, maka akan pengaruh pada sejumlah tower lainnya,” resah Walikota Kupang Jonas Salean.

4

Walikota meminta kesadaran masyarakat bahwa keberadaan listrik merupakan hajat hidup masyarakat banyak.

“Kalau listrik itu padam, kan yang susah kita semua juga,” kata Walikota saat menerima tim PLN di ruang kerjanya.

Demi kepentingan masyarakat banyak, lanjut dia, tidak ada alasan lagi bagi sekelompok masyarakat untuk menolaknya.

“Apa mau, yang menolak pembangunan tower itu listriknya padam? Saya kira tidak. Sebab itu kita harus toleransi demi kepentingan kita semua,” imbuhnya.

 

Baca Juga :  Warga Korban Letusan Gunung Rokatenda Mulai Gatal-gatal, Muntaber dan Malaria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here