19

Moral-politik.com. Warga Kota Kupang kembali  keluhkan keberadaan Terminal Banyangan. Pasalnya karena  ketidaktaatan para sopir angkutan umum yang seenaknya menurunkan penumpang  akibat menjamurnya terminal bayangan.

“Kami sering diturunkan pada lokasi yang bukan tempat tujuan kami oleh angkot yang memuat penumpang satu atau dua orang saja di dalamnya, sehingga kami minta Dinas Perhubungan bisa melakukan penertipan akan angkot-angkot tersebut ,” kata salah satu  warga Kota Kupang, Hofni Tefbana di lokasi sedang menunggu angkot di depan Pertamina Kelapa Lima Kupang.

Menurut Hofni, salah satu jalan yang dijadikan terminal bayangan itu adalah di depan Pertamina Kelapa Lima, yang sering dilakukan angkot lampu 10, yang sering putar di kawasan tersebut, sehingga terkesan lokasi tersebut dijadi oleh angkot tersebut sebagai terminal bayangan.

“Kami tujuan terminal Kupang, jika naik mobil lampu 10 hanya satu dua orang pada saat jam keluar sekolah,  disuruh turun untuk ganti mobil dengan alasan hanya dua atau tiga  penumpang tidak diantar hingga terminal, sehingga kami harus ganti mobil lain tujuan Kupang,”urainya

Sementara itu penumpang lain yakni Leni mengatakan, untuk terminal banyangan ini bukan hanya di lokasi tersebut, hal ini juga terjadi di wilayah Oesapa. Banyak kendaraan yang tidak putar hingga Lasiana, tetapi para Angkot putar di KM 10 Oesapa, sehingga para penumpang harus ganti kendaraan atau naik ojek lagi ke tempat tujuan.

Dengan kondisi seperti itu, Leni  berharap agar pihak terkait yang berwenang segera mengambil tindakan, sehingga tidak ada lagi terminal bayangan yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain.

“Semoga saja pihak terkait atau siapa lah, bisa mengatasi terminal bayangan,” imbuhnya. (NZ)

 

Baca Juga :  Presiden KPS : Silahkan KPK Datang, Kami Sambut Dengan Bunga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here