3

Moral-politik.com. Seluruh warga Kota Kupang diminta waspadai adanya penyebaran HIV/AIDS di Kota Kupang melalui Pekerja Seks Komersil  (PSK), sebab hingga saat ini para PSK liar sulit dideteksi dan diperiksa untuk mengetahui apakah mereka terjangkit virus HIV/AIDS atau tidak.

“Sampai saat ini memang belum bisa mengetahui apakah PSK liar sudah terdeteksi HIV dan AIDS atau belum, karena pergerakan PSK liar sulit dilacak,” ujar Sekretaris KPA Kota Kupang, Elia Thomas Salean kepada Moral-politik.com, Kamis,  (5/6).

Dia mengatakan , upaya penertiban harus dilakukan dengan secepatnya agar bisa diketahui sejak dini apakah para PSK liar sudah terjangkit virus atau tidak. Jika hal ini tidak ditangani dengan serius, pertumbuhan HIV/AIDS di Kota Kupang semakin meningkat.

Dijelaskannya, untuk Tahun 2013 KPA menemukan  35 kasus HIV/AIDS. Jumlah ini meningkat drastis karena belum sampai pertengahan tahun sudah ada 35 kasus, padahal dibanding tahun 2012 totalnya hanya 76 kasus. Kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Alak, Oebobo, dan Kelapa Lima. Sesuai data KPA Kota Kupang, penyebaran HIV dan AIDS di Kecamatan Alak mencapai 23 persen, Oebobo 19 persen, Kelapa lima 20 persen, Maulafa 17 persen, Kota Radja 10 persen, dan Kota Lama 11 persen.

“Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran HIV dan AIDS, yakni melakukan sosialisasi di tempat-tempat prostitusi resmi (KD), spot  area, sekolah-sekolah, MTS, beberapa salon waria, dan buruh pelabuhan,” katanya. (richo)

 

Baca Juga :  Waduh !! Mobil baranews.com dikerjain maling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

49 − 46 =