7

 

Moral-politik.com. Tuhan menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa. Diberi kelembutan seperti kapas, namun di sisi lain juga diberi kekuatan tak terbatas. Dikisahkan, wanita tercipta dari tulang rusuk pria dan terletak dekat dengan jantung untuk dicintai dan dilindungi. Pria selalu diharapkan bisa menjaga wanita dan melindungi kekasih hatinya. Namun yang terjadi, justru kekerasan yang dialami oleh wanita diterima dari laki-laki yang menjadi suami atau teman hidupnya.

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa satu dari tiga wanita di dunia pernah mengalami kekerasan baik fisik ataupun seksual. WHO melakukan kerja sama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine dan South African Medical Research Council untuk melakukan penelitian dan hasilnya adalah kekerasan dan pelecehan yang diterima oleh wanita kebanyakan dilakukan oleh pasangan si wanita. Fakta ini tentu menyayat hati mengingat seharusnya pasangan lah yang melindungi dan menjauhkan dari hal-hal buruk, bukan malah menyakiti hingga membuat wanita terpuruk.

Dr Margaret Chan dari WHO mengatakan bahwa penelitian ini bisa menjadi acuan untuk menekan kekerasan dan pelecehan kepada wanita. Menurut penelitian, ada 38 persen wanita yang mengalami kekerasan dan dibunuh oleh pasangannya. Kemudian lebih dari 40 persen wanita yang menjadi korban kekerasan mengalami cedera fisik. Tingginya angka ini karena wanita biasanya memilih diam dan menerima perlakuan itu karena wanita mencintai orang yang melakukan kekerasan dan pelecehan kepadanya bila itu adalah pasangan. Atau wanita tidak bisa melawan karena tidak kuasa dan berada di bawah ancaman.

Akibat dari kekerasan yang wanita dapatkan ini pun juga banyak mulai dari depresi, tertekan, terkena HIV/AIDS, mengonsumsi alkohol hingga cacat fisik. Efek serius ini membuat wanita yang telah lemah menjadi semakin tak berdaya. Kekerasan bukan masalah sederhana. Setiap wanita berisiko mengalaminya, terlepas dari status sosial atau tempat tinggalnya. Ini adalah isu global,” papar Charlotte Watts dari London School of Hygiene and Tropical Medicine dikutip dari merdeka.com. WHO pun berusaha untuk menekan kekerasan kepada wanita dengan membuat berbagai penyuluhan dan crisis center untuk menolong mereka yang telah menjadi korban kekerasan. (Sumber: Vemale.com)

Baca Juga :  Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

WHO berharap publik menyadari akan bahaya kekerasan ini dan bagi wanita, untuk membentengi dirinya agar tidak menjadi korban kekerasan. Wanita harus bisa melawan ketika dirinya dalam keadaan dilecehkan ataupun disakiti secara fisik. Selain itu WHO juga membuka pintu bagi mereka yang menjadi korban untuk berbagi cerita dan mencari perlindungan. Wanita seharusnya dicintai, bukan disakiti. Jaga dirimu baik-baik ladies, jangan biarkan siapapun menyakitimu baik fisik ataupun mental. (Sumber: Vemale.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

73 − 68 =