Home / Sport / 100 Orang PSK Kupang Diperiksa Kesehatan Gratis

100 Orang PSK Kupang Diperiksa Kesehatan Gratis

Bagikan Halaman ini

Share Button

PSK

 

Moral-politik.com. Kementerian Kesehatan RI menunjukkan kepeduliannya terhadap para  pekerja seks komersial (PSK) dengan melakukan kegiatan pelayanan kesehatan bagi PSK di  lokalisasi Karang Dempel (KD) Tenah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/7). Sebanyak  100 PSK diperiksa, serta puluhan ibu-ibu rumah tangga di Kota Kupang.

Fatum Basalama,  Kepala Subdit Penyakit Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, selaku Ketua Panitia pelaksanaan kegiatan kepada wartawan menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit yang diderita oleh para PSK, Kanker Payudara dan Kanker Rahim dan terutama pendeteksian secara dini penyakit HIV/AIDS.

“Semua ini kami lakukan secara gratis kepada para PSK, karena kelompok masyarakat ini sangat  rentan terhadap berbagai penyakit kelamin, terutama HIV/AIDS,” kata Fatum.

Fatum menjelaskan, pelayanan kesehatan tersebut sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit  baik terhadap para pekerja seks komersial, juga ibu-ibu yang berada di Kota Kupang, Kabupaten  Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan akan dilakukan oleh para dokter di daerah ini dan dikembangkan ke kabupaten lainnya di NTT.

“Para dokter dan perawat bagian kebidanan akan dilatih, dan akan dipercaya sebagai instruktur bagi  perawat lainnya yang saat ini tidak dapat dihadirkan oleh panitia di Kota Kupang. Semuanya  harus dilatih sehingga kegiatanya di lapangan dapat berjalan dengan baik demi membantu kaum  wanita,” kata Fatum.

Saat ini, kata Fatum, pelayanan kesehatan tahap pertama  ini dilaksanakan di enam  Kabupaten/Kota. Setelah itu akan berlanjut ke kabupaten lainnya di NTT.  Untuk tahap pertama di enam kabupaten ini menelan dana dari APBN sebesar Rp 300 juta.

Baca Juga :  Kejaksaan didesak tuntaskan penyidikan kasus dana Bansos

Dalam pemeriksaan tersebut, lanjut Fatum Basalama, ditemukan dua PSK yang positif terinveksi  kanker rahim dan langsung diobati.

“Pasien kanker rahim tersebut dapat diobati secara cepat  dan pasti dapat disembuhkan, karena masih gejala awal,” tambahnya.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button