Home / Sport / 4 Balon Caleg DPRD NTT Diganti

4 Balon Caleg DPRD NTT Diganti

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

Moral-politik.com. Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan atas tanggapan masyarakat pada masa uji publik lalu, KPU NTT meminta tiga partai politik (Parpol) untuk mengganti empat orang bakal calon anggota legislatif (Caleg) sebagaimana tercantum dalam daftar calon sementara (DCS).

Ketua KPU NTT, Johanes Depa kepada wartawan di Kupang, Selasa (30/7) menyebutkan, tiga parpol yang diminta untuk mengganti calegnya yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebanyak dua orang, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Demokrat masing-masing satu orang.

“Keempat bakal caleg yang diganti itu yakni Urbanus Lora dan Melkior Mampang (NasDem), dan Herman Mangiri (PKPI). Sedangkan dari Partai Demokrat, walau tidak ada tanggapan masyarakat pada masa uji publik, tapi KPU meminta partai untuk mengganti bakal caleg, Yos Mamulak yang meninggal beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Menurutnya, batas waktu terakhir partai mengajukan calon pengganti hingga 1 Agustus 2013,  baru Partai Demokrat yang telah memasukan nama pengganti. Almarhum Yos Mamulak diganti oleh Gregorius Foju untuk daerah pemilihan NTT satu di wilayah Kota Kupang. Sedangkan PKPI dan NasDem belum mengajukan calon pengganti. Diharapkan, partai segera memasukan sebelum batas akhir pengajuan calon pengganti pada 1 Agustus besok.

Depa menegaskan, walau jumlah bakal caleg yang mendapat tanggapan masyarakat pada uji publik lebih banyak, tapi yang memenuhi syarat untuk diganti hanya tiga orang. Walau ada tanggapan masyarakat, tapi ketika dilakukan klarifikasi parpol menyatakan yang bersangkutan tidak perlu diganti karena tidak berdampak pada parpol, maka KPU tidak meminta untuk diganti.

Pada kesempatan yang sama dari sekretariat Partai NasDem melakukan konsultasi tentang syarat yang harus dipenuhi terutama salah satu bakal calegnya yang hendak mengajukan pengunduran diri sebagai petugas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Karena kadernya yang berasal dari daerah pemilihan NTT delapan itu tetap memilih menjadi caleg.

Baca Juga :  Bandung: Tidak ada Sekte Seks Bebas

Untuk dua orang bakal caleg yang diganti atas nama Urbanus Lora dan Melkior Mampang, calon pengganti bersama berkas pencalonan sudah disiapkan.

“Besok (hari ini) kami masukan berkas calon pengganti di KPU,” kata petugas sekretariat Partai NasDem tersebut.

Anggota KPU NTT, Gasim M. Nur menjelaskan, pada masa uji publik lalu, ada tiga parpol yang mendapat tanggapan masyarakat yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Nasional Demokrat (NasDem). Tanggapan masyarakat itu menyangkut status pekerjaan, kepengurusan partai, moral dan hukum.

Dia menambahkan, tidak menjadi sebuah keharusan bagi parpol untuk mengganti caleg yang mendapat tanggapan masyarakat dimaksud. Walau demikian parpol harus juga mempertimbangkan secara matang, terutama caleg yang dinyatakan gugur itu adalah perempuan.

“Jika parpol membiarkannya untuk tidak diganti dan berkonsekuensi pada tidak terpenuhinya kuota 30 persen keterwakilan perempuan, maka parpol itu akan gugur sebagai peserta pemilu pada daerah pemilihan (dapil) tersebut,” tambahnya.***(AVI)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button