Home / Sport / 60, 33 % Dana Perluasan Lahan Tak Terserap

60, 33 % Dana Perluasan Lahan Tak Terserap

Bagikan Halaman ini

Share Button

SONY DSC
Moral – politik.com.   Program Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang mengalokasikan sejumlah anggaran untuk perluasan lahan patut diberi apresiasi. Hal itu terbukti, dalam TA.2012 lalu, Pemkab Rote Ndao menyediakan anggaran senilai Rp.2.344.355.000.

Dana tersebut dikucurkan langsung ke rekening masing-masing desa, penggunaannya adalah untuk perluasan areal pertanian dan wajib menyewa peralatan milik Pemkab Rote Ndao. Ironisnya, hingga akhir tahun anggaran 2012, dari total yang disalurkan hanya Rp.930.058.858 atau 39,67 persen yang terserap sementara sisa sebesar 60,33 persen tak terserap.

Minimnya penyerapan anggaran untuk kegiatan tersebut, diakui Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM melalui Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, Hendrich Mesang saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pemandangan umum fraksi  terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA.2012 yang berlangsung di gedung DPRD Rote Ndao, Selasa (23/7). Hal itu dikatakannya menjawab pemandangan um fraksi soal penarikan anggaran yang telah ditransfer ke kelompok tani untuk di setor kembali ke kas daerah.

Mesang mengatakan, retribusi jasa usaha berupa penyewaan tracktor pada dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan tidak mencapai target dari yang direncanakan sebesar Rp.2.344.355.000 sedangkan realisasinya hanya sebesar Rp.930.058.858 atau 39,67 persen.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena medium tractor alami kerusakan yang cukup serius sehingga mengganggu kinerja dinas dalam mengoptimalkan penerimaan daerah yang ditetapkan. Pada kesempatan itu juga, Mesang menjelaskan soal keluhan kelompk tani di Dusun Oesuti, Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur yang mengeluhkan kebijakan Pemkab Rote Ndao yang tidak membayar penyewaan handtraktor pihak ketiga.

Menurutnya, belum terbayarnya beberapa kelompok tani pada kegiatan pengelolaan lahan pertanian di Dusun itu disebabkan karena sesuai RUKK bahwa pengelolaan lahan pada kelompo tani menggunakan  traktor dinas dan dana sudah ditransfer 100 persen ke rekening kelompok. “Dalam perjalanannya sejumlah Hand tracktor alami kerusakan sehingga dana yang telah ditransfer alami disetor kembali ke kas daerah,”ungkapnya. (lima)

Baca Juga :  Isu Briptu Rani makin liar, Polda Jatim turunkan tim khusus

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button