Home / Pena_VJB / Aduhhh,10 Warga Rote Ndao Terinfeksi HIV/AIDS!

Aduhhh,10 Warga Rote Ndao Terinfeksi HIV/AIDS!

Bagikan Halaman ini

Share Button

18

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Dari total penderita HIV/AIDS yang mengalani perawatan di RSUD W.Z.Johanes Kupang dalam tahun 2013, tercatat 10 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Rote Ndao.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Rote Ndao, Arkilaus Lenggu,S.Pd, M.Si pada workshop sehari tentang bahaya Epidemi HIV/AIDS yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPAD) Kabupaten Rote Ndao, di Aula Bappeda Kabupaten Rote Ndao, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, sesuai data yang dihimpun pihaknya dari RSUD Prof.W.Z. Johanes dan KPAD Provinsi Nusa Tengara Timur, tercatat jumlah penderita yang positif terinveksi HIV/AIDS di Kabupaten Rote Ndao tahun  ini sebanyak 10 orang.

Untuk meminimalisir laju pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rote Ndao, lanjut dia, kedepan pihaknya akan mengusulkan penambahan anggaran ke daerah supaya meningkatkan sosialisasi bahaya HIV/AIDS ke seluruh warga.

Dikatakannya, meski KPA di tingkat Kabupaten Rote Ndao baru saja terbentuk, namun kedepannya diupayakan agar terbentuk hingga ke tingkat kecamatan.

Sementara Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Dua Setda Kabupaten Rote Ndao, M.N Nunuhitu mengatakan, persoalan HIV/AIDS merupakan persoalan yang perlu mendapat penanggulangan secara cepat.

Untuk pencegahan maupun pemberantasan penyakit tersebut, diperlukan partisipasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, pemimpin agama maupun tokoh masyarakat. Dikatakannya, meski pihaknya alami kendala dengan terbatasnya sarana pendukung untuk penanggulangan penyakit itu, namun pihaknya akan tetap berupaya untuk lakukan pencegahan secara dini.

“Persoalan ini perlu mendapat perhatian yang serius untuk penanggulangannya, dan kedepannya pemerintah akan menyediakan puskesmas rawat jalan, puskesmas rawat inap, puskesmas pembantu, polindes, bahkan Poskesdes sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi penderita HIV/AIDS,” terangnya.(lima)

Baca Juga :  Budaya Betawi Kurang Berkembang di Jakarta

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button