Home / Pena_VJB / Agustinus Loe Gugat Larangan Jual BBM Eceran ke Timor Leste

Agustinus Loe Gugat Larangan Jual BBM Eceran ke Timor Leste

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

                                                                                                       foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Agustinus Loe, warga masyarakat di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, yang ditemui di lokasi kebunnya di Lasiolat, Senin (22/7) mengatakan, masyarakat menjual bensin dan solar ke Timor Leste hanya untuk mempertahankan hidup, karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Kabupaten Belu. Belum lagi sebagian masyarakat harus merantau ke luar negeri, hanya untuk mencari sesuap nasi demi mempertahankan hidup.

Menurut Agustinus Loe, dirinya sangat kasihan melihat masyarakat kecil yang selalu dijadikan korban. Uang Rupiah itu kan beredarnya di Indonesia, bukan beredar di Timor Leste. Sedangkan penyelundupan lewat laut tidak diketahui. Kalau masyarakat mencuri, kata dia, semua beramai-ramai mempersalahkannya. Kalau dia menjual bensin dan solar, dilarang dengan alasan begini begitu. Sementara kebutuhan hidup setiap hari, semakin mencekik di batang leher.

Kata dia, tidak ada satu pun masyarakat kecil yang menjadi kaya hanya dengan menjual bensin dan solar, yang hanya beberapa jerigen saja. Kalau dia menjual sampai berton-ton itu baru salah. Tapi tidak ada cara lain untuk mempertahankan hidup, apa boleh buat jikalau masyarakat  menjual bensin dan solar, yang hanya beberapa jerigen saja.

“Jika aparat dan pemerintah melarang masyarakat kecil yang sangat susah untuk tidak boleh menjual bensin dan solar ke Timor Leste, maka akan semakin memperparah kondisi perekonomian rumah tangganya,” gugatnya.

Agustinus Loe mengatakan, mungkin sebaiknya setiap masyarakat diberikan 5 jerigen saja hanya untuk menjual bensin dan solar, supaya adil.

Soalnya, tambahnya, dalam kenyataannya ada juga keluarga aparat yang menjual bensin dan solar ke Timor Leste yang melebihi kapasitas.

“Itu pun tidak ditangkap dan tidak diproses hukum. Apa hukum ini milik keluarga?” kesalnya. (Felix)

Baca Juga :  Aden Gultom : NTT Impor Kopi dari Timor Leste

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button