91

 

Moral-politik.com. Angin kencang dengan kecepatan rata-rata mencapai 55 km/jam disertai gelombang  tinggi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan ratusan nelayan di Kota Kupang terpaksa  tidak dapat melaut.

Tiga hari terakhir ini, para nelayan terpaksa menambatkan perahu mereka di tepi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba dan Pantai Namosain. Mereka mengaku merugi belasan juta rupiah  karena tidak sempat melaut.

Abba, salah seorang nelayan yang sehari-hari melaut di pantai selatan  Kupang, saat ditemui Selasa (2/7) mengaku, akibat tidak melaut selama tiga hari terakhir ini, dirinya menderita kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Menurut Abba, lebih dari seratus nelayan akhirnya hanya menganggur sambil memperbaiki perahu  dan alat tangkap mereka yang rusak.

“Kami berharap, cuaca ekstrim ini segera kembali normal, sehingga dapat melanjutkan aktivitas  sehari-hari,” katanya.***(AVI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 + = 31