Home / Opini / Angka Kekerasan Tinggi, TTU Peringkat 2 Penyumbang Terbesar

Angka Kekerasan Tinggi, TTU Peringkat 2 Penyumbang Terbesar

Bagikan Halaman ini

Share Button

Yovita A. Mitak 1

 

Moral-politik.com. Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur dr. Yovita Anike Mitak menjelaskan, angka kekerasan perempuan dan anak di provinsi ini cendrung meningkat dari tahun ke tahun, hingga posisi tahun 2012 mencapai 1. 612 kasus. Dari angka tersebut, Kabupaten Timor Tengah Utara merupakan penyumbang ke-2 terbesar,  setelah Kota Kupang.

Anike Mitak mengungkapkan hal itu kepada pers di Kefamenanu,  Selasa (30/7) di sela-sela kegiatan revitalisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuandan Anak (P2TP2A) Kabupaten TTU, tadi siang, di restoran Litani.

Dijelaskan, data yang dihimpunnya dari Polda NTT  (kasus yang terlapor) tahun 2011 sebanyak 1.744 kasus dari 15 kabupaten. Dari jumlah kasus tersebut, peringkat 1 diraih Kota Kupang, sebanyak 619 kasus, Belu 300-an kasus dan TTU 232 kasus.

Sementara untuk tahun 2012, Kabupaten Timor Tengah Utara menjadi penyumbang kedua setelah Kota Kupang. Dimana dari 16 kabupaten yang memberikan laporan, jumlah 1500 kasus, Kota Kupang 330 kasus,  TTU  241 kasus Kabupaten Belu 181 kasus, TTS 135 kasus, Alor  114 dan Sikka 108 kasus.

Dia menjelaskan,  dengan tinggi angka kekerasan tehadap perempuan dan anak maka Biro PP Setda NTT melakukan berbagai koordinasi guna mencegah dan menangani berbagai kasus tersebut, diantaranya melakukan penguatan kembali terhadap lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak yang ada di berbagai kabupaten, termasuk  P2TP2 di Kabupaten TTU.

“Jadi kita sangat mengharapkan lembaga ini kembali berkiprah untuk mencegah dan melakukan berbagai penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak!” tegasnya. (amy)

 

Baca Juga :  Gerindra duga Pemerintah berupaya jegal Prabowo di Pilpres 2019

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button