Home / Sport / Angkot Tak Operasi, Masyarakat TTU Kewalahan

Angkot Tak Operasi, Masyarakat TTU Kewalahan

Bagikan Halaman ini

Share Button

13

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Sudah tiga hari banyak angkutan kota yang beroperasi di dalam Kota Kefamenanu lebih memilih parkir di grasinya masing-masing. Akibatnya para pengguna jasa angkota merasa kewalahan.

Ermigardis Ukat, warga Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu mengatakan, sejak beberapa hari terkahir ini, sejumlah pengguna angkota terutama para mahasiswa sangat kewalahan. Para mahasiswa terutama yang hendak ke kampus terpaksa memilih dengan ojek, padahal sebelum-sebelumnya lebih memilih dengan angkot, karena tarifnya terjangkau.

“Ya, berapa hari terakhir ini angkot mahasiswa susah sekali. Pagi-pagi biasanya mereka lebih memilih dengan angkot, tapi karena angkot tidak beroperasi mereka terpaksa dengan ojek, padahal ojek mahal, tapi bagaimana lagi,” ungkap Ermigardis, ketika ditemui di Kelurahan Aplasi, Kefamenanu, Jumat (12/7).

Dia menjelaskan, di kompleks Kelurahan Sasi sangat terasa dengan kondisi ini, soalnya di kompleks ini merupakan kompleks mahasiswa.

“Sasi ini, Oesapanya Kefamenanu, sehingga nampak sekali terutama pagi hari jam berangkat para mahasiswa dan jam pulang. Bahkan ada yang terpaksa jalan kaki,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal alasan, dia mengaku, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, para pengusaha dan sopir angkot kurang puas dengan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten dimana penumpang umum dan pelajar tarifnya sama Rp 3.000.

“Keinginan sopir-sopir dan para pemilik kendaraan, tarif penumpang umum harusnya Rp 4.000, tidak puas dengan penetapan tarif maka mereka jadi mogok diam-diam seperti ini,“ ungkapnya. (amy)

Baca Juga :  Usai Curhat Tak Bertemu Asmirandah, Orangtua Tak Pulang ke Rumah

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button