Home / Sport / TTU: Baru 2 Bulan, Penahan Deker Faennake-Sainoni Telah Runtuh

TTU: Baru 2 Bulan, Penahan Deker Faennake-Sainoni Telah Runtuh

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jalan Rsk Faennake 2

Moral-politik.com. Ruas jalan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuju perbatasan Distrik Oecusse Timor Leste, terutama dari pintu desa Faennake (arah kota Kefa) hingga perbatasan,  sudah 2 atau 1 bulan lalu tampak mulus dan tambah lebar. Masyarakat di Kecamatan Bikomi Utara ini menjadi gembira, karena jalan yang sebelumnya sempit dan berlubang kini bebas rintangan.

Namun sayangnya, kualitas jalan masih disangsikan banyak masyarakat. Bahkan ada sebuah deker yang baru selesai dibangun di perbatasan desa antara Faennake dan Sainoni, sebagiannya telah runtuh terbawa longsor, sementara bagian penahan lainnya mulai retak, dan dipastikan dalam beberapa hari kemudian jika ada hujan, akan menyusul ke dasar jurang. Puing-puing tembok pun akan hancur berantakan terbawa banjir hingga kali Tono  dan disambut mulut laut Oekusse, Timor Leste.

Jalan rsk di faennake 3

Wartawan Moral-politik.com sempat mengabadikan beberapa gambar terkait kondisi penahan (sayap bangunan) deker yang rubuh itu,  sekitar 3-4 meter lebih.  Sementara penahan yang masih ada, mulai retak-retak hingga deker tersebut. Padahal, dengan model kosntruksi yang ada, dari jauh menarik mata untuk memandangnya karena menjadi unik, lagi baru di sepanjang Faenake-Sainoni, Tes dan Napan.

Dari pengamatan,  lokasi ini  termasuk salah satu lokasi yang sangat rawan terhadap longsor. Setiap tahun di lokasi ini selalu terancam putus, terutama pada musim hujan yang berlebihan.  Tapi sayang, dalam pekerjaan jalan negara menuju perbatasan RDTL ini, tidak memperhitungkan kondisi tersebut, terbukti  bangunan penahan yang dibangun oleh kontraktor tidak begitu dalam sehingga mudah terbawa longsor.

jalan rusak di Faennake 1

Kepala Desa Tes, Martinus Tebes yang ditemui di kediamannya Desa Tes, Kecamatan Bikomi Utara, membenarkan informasi tersebut. “Memang benar, pembangunan penahan di deker tersebut hanya di atas tanah numpang sehingga muda terbawa banjir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wanita Pedagang Sayur Dikeroyok Penjual Tuak

Kendati demikian, kata Tebes, deker dan badan jalan di atas deker sulit longsor karena kelihatan cukup kuat dan tahan terhadap longsor.

”Kalau saya lihat, bangunan penahan yang bersambungan dengan deker agak kuat, kecuali yang longsor saat ini ke arah Timur pasti runtuh lagi, karena memang selain kurang kuat, juga dibangun di atas tanah numpang,” ungkapnya.

Menurut Tebes, jika penahan tersebut dapat bertahan lebih lama, pembuatannya harus dari bawah atau lebih dalam.

“Kalau mau kuat harus dibangun dari bawah,” ungkapnya. (amy)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button