Home / Populer / Basuki Balas Menuding Lulung Lunggana yang Sakit Jiwa

Basuki Balas Menuding Lulung Lunggana yang Sakit Jiwa

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

Moral-politik.com. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung Lunggana tidak tahu aturan.

Padahal Peraturan Daerah (Perda) No. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum) disusun dan dibahas bersama-sama antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Makanya justru pertanyaan saya, yang sakit jiwa itu siapa? Dia kan Wakil Ketua DPRD DKI. Masa dia nggak ngerti sih tentang isi aturan Perda Tibum. Padahal perda itu dia yang bikin sama kami lho,” kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (26/7).

Diungkapkannya, jika Wakil Ketua DPRD DKI tidak mengerti tentang aturan dalam Perda, apalagi sampai melanggar Perda, maka Lulung sudah tidak boleh lagi menjadi Wakil Ketua DPRD DKI. Karena kalau dia masih menjabat menjadi Wakil Ketua DPRD DKI, maka kondisi Jakarta akan semakin kacau. Sebab mengajak warganya untuk melanggar perda.

“Jadi, kalau Wakil Ketua DPRD DKI tidak mengerti Perda, apalagi sampai langgar Perda, sebetulnya sudah tidak boleh menjadi Wakil Ketua DPRD DKI, sudah gugur. Dia nggak mengerti makanya saya pikir Jakarta kacau mungkin ada Wakil Ketua DPRD seperti dia. Sudah nggak ngerti perda, juga mengajak warganya melanggar perda,” tukasnya.

Seharusnya, dengan melihat sikap dan pernyataan Lulung Lunggana, Ahok menilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bisa mencopot jabatan lulung sebagai anggota rakyat sekaligus jabatan Wakil Ketua DPRD DKI.

“Sekarang ukurannya bukan tes kesehatan jiwa lagi. Harusnya Mendagri bisa copot anggota dewan seperti itu. Kalau terbukti ada anggota DPRD yang melawan dan mengajak rakyat melanggar perda, dia otomoatis sudah gugur sebagai anggota dewan. Sumpah jabatan sudah gugur,” ujarnya.

Tindakannya melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang dan merelokasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang, justru menjalankan sumpah jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga :  Lagi, Abraham Samad dilaporkan ke Polri

“Saya lakukan ini karena sumpah jabatan yang saya ucapkan saat dilantik menjadi Wakil Gubernur. Sumpah jabatan saya adalah menegakkan perda dan aturan. Jadi yang saya lihat aneh disitu,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung Abraham Lunggana menyatakan tidak terima dengan pernyataan Ahok yang mengatakan ada oknum DPRD DKI yang membekingi para PKL di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lulung meminta Ahok jangan bertindak slengean dan harus memeriksakan dirinya untuk tes kesehatan jiwanya. Tidak hanya itu, Lulung telah meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) segera menegur Ahok atas sikapnya tersebut.

“Kalau memang ada oknum DPRD DKI bermain-main di Tanah Abang, ungkapkan dong siapa oknum itu? Wagub jangan slengean kayak gitu. Dia itu lambang negara dan pejabat publik. Saya sudah bilang ke Pak Jokowi, tolong wagub ditegur atas sikapnya itu,” tegasnya. (Sumber: Beritasatu.com)

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button