Home / Sport / BLSM di Kota Kupang Tak Tepat Sasaran

BLSM di Kota Kupang Tak Tepat Sasaran

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak tepat sasaran.

Sebagaimana pantauan wartawan di Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, janda 78 tahun yang ditinggalkan suami sejak dua puluh tahun silam, tidak mendapatkan BLSM meski dinilai Ketua RT setempat lebih layak untuk mendapatkan BLSM dibanding warga lain.

Ibu Orpa Mengga misalnya, janda 78 tahun ini sudah dua puluh tahun lebih hidup menjada seorang diri di rumah yang sangat sederhana di tengah Kota Kupang.

Dua puluh tahun terakhir, janda tua ini mengharapkan bantuan dari gereja, dalam sebulan sepuluh kilo gram beras dan uang sepuluh ribu rupiah. Bila kehabisan beras dan uang bantuan gereja, janda tua tersebut meminta bantuan dari para tetangganya.

Selain kondisi fisiknya yang sudah tidak kuat lagi, janda tersebut tidak mempunyai anak untuk membantunya dalam usia yang sudah usur.

Orpa sendiri menuturkan, dirinya selama dua puluhan tahun terakhir hanya mendapatkan bantuan dari gerejanya, karena dirinya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja. Terkait BLSM, dirinya tidak mengetahui alasan dirinya tidak mendapatkan bantuan tersebut, meski dirinya sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Sementara Ketua RT setempat mengatakan, dirinya telah mengusulkan nama janda Orpa Mengga tersebut, namun dirinya tidak mengetahui alasan janda tersebut tidak mendapatkan bantuan. Menurutunya janda Orpa Mengga seharusnya yang menjadi prioritas utama dibandingkan dengan warganya yang lain.

Untuk diketahui, Orpa Mengga hanyalah salah satu dari ratusan warga yang memang sangat membutuhkan BLSM  dan layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Kini pihak RT setempat telah mendesak kepada pihak kelurahan untuk kembali mengusulkan janda Orpa Mengga untuk mendapatkan BLSM tersebut, karena selain itu janda Orpa Mengga kondisi fisiknya sudah tidak kuat untuk bekerja. (Fabyan)
 

Baca Juga :  Walikota Kupang segera ganti Jefta Bengu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button