Home / Pena_VJB / Bupati Rote Diadukan ke DPRD Terkait Perbuatan Tak Menyenangkan

Bupati Rote Diadukan ke DPRD Terkait Perbuatan Tak Menyenangkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

direktur (1)

 

Moral politik.com. Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM disebut-sebut melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan mengancam dan nyaris melempar  , belum lama ini.

Hal ini diungkapkan Direktur PD.Ita Esa, Mirakel Riwu, SE saat digelar rapat dengar pendapat dengan komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao, di ruang kerja komisi B, Kamis (18/7).

Kejadian yang menimpa dirinya itu berlangsung di rumah jabatan Bupati Rote Ndao, Maret 2013 lalu. Saat itu, ungkapnya, dirinya diminta Bupati Haning untuk mendatangi kediamannya untuk membicarakan persoalan pupuk yang melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao saat itu.

Masih menurutnya, saat itu Bupati Rote Ndao sempat menghubungi manajemen PT.Pupuk Kaltim di Kupang bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang bertanggungjawab atas persoalan pupuk di Kabupaten Rote Ndao dan bukan lagi menjadi tanggungjawab PD.Ita Esa selaku distributor resmi.

Usai menelepon pihak PT.Pupuk Kaltim, sempat terjadi perbincangan yang cukup serius dengan dirinya. Namun di tengah alotnya pembicaraan, tanpa alasan yang jelas Bupati Haning menghubungi pihak Kejaksaan Negeri Ba’a dan memerintahkan untuk menangkap dirinya.

“Saat itu Pak Bupati sempat menelepon orang di Kejaksaan untuk tangkap saya. Saat itu dia bilang tangkap direktur PD.Ita Esa yang kebetulan sedang bersama dengan saya saat ini,” ungkapnya.

Selain diancam untuk ditangkap, lanjutnya, saat itu Bupati Haning juga sempat mengintimidasi dirinya dengan mengancam melempar dirinya dengan menggunakan gelas.

“Saat itu Pak Bupati ancam untuk lempar saya dengan gelas tetapi kemudian dia lempar gelas ke lantai dan pecah. Saat itu saya mau lapor ke polisi karena saya merasa bupati lakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada saya, tetapi saya urungkan niat saya karena waktu itu Pak Bupati minta supaya persoalan itu dibicarakan seperti bapak dan anak,” bebernya.

Baca Juga :  Akhirnya Jusuf Kalla Tolak Proposal Partai Demokrat Ikut Konvensi Capres

Selain membeberkan perlakuan arogan terhadap dirinya, dia juga mengungkapkan soal dugaan Bupati Haning memerintahkan masyarakat untuk mengambil pupuk di pelabuhan Ba’a yang menyebabkan terjadi selisih jumlah antara pupuk yang diterima pihaknya dari PT.Kaltim dengan data yang diserahkan PT.Kaltim ke Pemkab Rote Ndao.

Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, laporan PT.Pupuk Kaltim ke Pemkab Rote Ndao bahwa pupuk yang disalurkan PT.Kaltim pada 16 Maret 2013 lalu berjumlah 330 ton.

Namun sesuai nota serah terima barang yang diperoleh pihaknya saat itu, jumlah pupuk yang saat itu didatangkan Welem Paulus hanya 210 ton.

“Saat itu saya tidak menandatangani berita acara serah terima barang karena jumlah yang masuk tidak sesuai permintaan kami!” tandasnya. (lima)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button