Home / Sport / Bupati TTU Minta Angkot Kembali Beroperasi

Bupati TTU Minta Angkot Kembali Beroperasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

Moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara meminta para pemilik angkot untuk tetap beroperasi guna melayani kebutuhan masyarakat.

Permintaan ini diungkapkan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Kefamenanu, tadi siang, terkait tidak beroperasinya angkot yang kurang puas dengan kebijakan tariff, yang dikeluarkan pemerintah kabupaten TTU.

Bupati TTU menegaskan, penetapan tarif yang dikeluarkan pemerintah daerah telah melalui sebuah kajian yang mempertimbangkan semua kepentingan, baik kepentingan para pemilik kendaraan, sopir maupun kepentingan masyarakat.

“Karena itu saya minta kepada para pemilik kendaran untuk secara arif dan menghargai kebijakan tarif yang telah dikeluarkan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bila memang ada kendaraan yang benar-benar tidak menghargai keputusan tersebut maka pemerintah akan mempertimbangkan ijin trayek dari masing-masing kendaraan yang ada.

“Ya, nanti kita akan pertimbangkan ijin trayek-nya masing-masing, kalau mereka tetap tidak beroperasi,” ujarnya.

Bupati TTU membantah, Pemkab mempermainkan tarif angkot. Selama ini, kata bupati, setelah kenaikkan harga BBM, baru satu kali ada pengumuman tarif angkutan umum di wilayah TTU.

“Setelah kenaikan harga BBM, mereka sendiri yang menaikkan secara liar, jadi tidak benar kalau kita umumkan pertama lain dan kedua lain, kita baru umumkan 1 kali ini,” ungkapnya.

Diberitkan sebelumnya, sejumlah pemilik angkot di Kefamenanu hingga kini belum bisa memastikan kapan kendaraannya beroperasi melayani para pengguna jasa angkutan. Pasalnya, takut dimarahi dan dipukul oleh para sopir angkot lainnya, karena ada larangan dari sesama sopir angkot yang lain.

“Kalau kita keluar, nanti bisa kena pukul dari sopir yang lain soalnya sudah ada kesepakatan antar para sopir angkot,” ungkap Bos angkot “Alexa,” Ertus Wahang.

Dia menjelaskan, pihaknya saat ini hanya bisa melayani pesanan khusus, tapi untuk line dalam kota belum bisa. Ditanya soal alasan pemogokan angkot, dia menjelaskan, para sopir angkot tidak puas dengan kebijakan Pemkab TTU yang mempermainkan tarif angkot.  (amy)

Baca Juga :  Gubernur Bali: Segera Tangkap Pelaku Pemerkosa Wisatawan Australia

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button