Home / Sport / Bupati TTU “Ngotot” Bangun Kembali Jembatan Noemuti

Bupati TTU “Ngotot” Bangun Kembali Jembatan Noemuti

Bagikan Halaman ini

Share Button

Tiang jembatan Noemuti ambruk

 

Moral-politik.com. Meskipun banyak sorotan terhadap tumbangnya tiang baton jembatan Kote-Noemuti, namun Pemerintah Kabupaten Timor  Tengah Utara tetap komit untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut, tapi masih menunggu rekomendasi dari BPK NTT yang sementara melakukan pengauditan terhadap proyek multiyers tersebut.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Kepala Dinas PU Kabupaten TTU, Isidorus Fallo, Kamis (11/7)  kepada pers mengatakan, pihaknya baru akan kembali melanjutkan pembangunan jembatan Kote setelah hasil rekomendasi  dari BPK Perwakilan NTT sudah diperoleh.

“Kita akan tetap melanjutkan pembangunan jembatan Kote tahap kedua, termasuk membangun kembali tiang beton jembatan Kote yang saudah ambruk itu jika hasil rekomendasi dari BPK Perwakilan NTT sudah ada!” tegas Fernandes.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih menunggu hasil rekomendasi dari BPK sehingga perbaikan tiang beton jembatan Kote belum dilakukan.

Sementara ditanya tentang keterlibatan pihak Kejari Kefamenanu dan Polres TTU  yang sementara melakukan penyelidikan terhadap pembangunan jembatan tersebut, Bupati TTU menegaskan,  Pemkab sangat menghargai langkah yang dilakukan dua lembaga tersebut.

Namun,  kata Bupati , Pemkab TTU tentunya tetap setia menunggu hasil audit dari BPK Perwakilan NTT.

“Setelah adanya hasil audit tersebut dan ada rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Pemkab TTU maka Pemkab TTU akan segera menindaklanjutinya dengan baik. Akan tetapi jika direkomendasikan dari BPK Perwakilan NTT untuk dihentikan, maka jelas Pemkab TTU akan menghargai keputusan itu,” katanya.

Asal tahu saja! Pembangunan tiang beton jembatan Kote-Noemuti  yang menghubungkan Kelurahan Fatumuti dengan Kelurahan Noemuti dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Noemuti, TTU menggunakan anggaran dari DPPID dengan pagu anggaran untuk pembangunan tiang beton beserta abudmennya menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih dengan kontraktor pelaksana CV. Sari Karya Mandiri.

Baca Juga :  Petani garam minta perhatian Pemkab Rote Ndao

Sementara pembangunan tahap kedua, baru akan dilakukan pada tahun 2013 ini dengan pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar dengan pemenang CV yang sama yakni Sari Karya Mandiri. (amy)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button