Home / Sport / David Detaq: APBD Terlambat Picu Ekonomi Stagnan

David Detaq: APBD Terlambat Picu Ekonomi Stagnan

Bagikan Halaman ini

Share Button

DAVID DETAQ

 

Moral-politik.com. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Rote Ndao beberapa tahun belakangan yang terus molor, bahkan melewati pertengahan tahun anggaran, menjadi pemicu stagnannya roda perekonomian Rote Ndao.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Drs.David Detaq, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (6/7) siang.

“Pelaksanaan APBD di Rote Ndao yang terus terlambat menjadi penyebab aktivitas perekonomian kita terhambat. Pelaksanaan APBD harus cepat dan tepat waktu. Lihat saja, pelaksanaan kegiatan yang dibiayai APBD terus molor menyebabkan aktivitas ekonomi kita terhambat,” terangnya.

Selain itu, kata David, roda perekonomian Rote Ndao cukup terhambat karena kebanyakan pekerja di Rote Ndao termasuk Pegawai Negeri Sipil berdomisili di Kupang.

“Kita lihat saja, banyak PNS di sini rumahnya di Kupang sehingga peredaran uang di Rote Ndao sangat sedikit, karena uang hasil kerja mereka larinya ke Kupang,” ungkapnya.

Hal lain yang menyebabkan roda perekonomian Rote Ndao terhambat, sebut mantan kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang ini, disebabkan karena aksesibilitas transportasi yang masih lemah.

“Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat maka aksesibilitas transportasi perlu dibuka sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kalau aksesibilitas tidak dibuka maka akan menimbulkan high cost (biaya tinggi), kondisi seperti itu yang terjadi di Rote saat ini,” terangnya.

Di samping memperhatikan aksesibilitas, lanjut mantan Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao ini, bila pihaknya terpilih dalam pemilukada mendatang, maka  akan berupaya mendatangkan investor. Untuk memasukkan investor, lanjutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah penyediaan sarana pendukung seperti lokasi tempat berinvestasi.

“Kendala yang terjadi selama ini adalah soal kepemilikan lahan. Kebanyakan investor tidak ke Rote karena pertikaian kepemilikan lahan sangat tinggi. Kami akan berupaya mefasilitasi sertifikasi tanah. Kalau status kepemilikan tanah jelas, maka investor pasti nyaman,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan Indonesia (HKTI) Kabupaten Rote Ndao ini.

Baca Juga :  Progres fisik proyek kantor DPRD TTS capai 50 persen

Calon Wakil Bupati Rote Ndao ini menambahkan, perhatian terutama sarana transportasi ke sentra produksi perlu diberi perhatian yang serius. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan warga mengangkut produknya.

“Kita akan berupaya untuk membuka isolasi ke kantong-kantong produksi untuk perlancar aktivitas ekonomi,” ujar keluarganya pemilik Moral-politik.com ini. (lima)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button