Home / Sport / Diduga Ada Unsur Bisnis Terkait Penolakan Mahasiwa Akper Mandiri

Diduga Ada Unsur Bisnis Terkait Penolakan Mahasiwa Akper Mandiri

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20130703-00649

 

Moral-politik.com. Anggota Komisi D DPRD NTT, Marcale Piwung menilai, penolakan penerimaan Mahasiswa Akper Mandiri oleh Pembina Yayasan Maranatha, Samuel Selan selaku Pemilik Akper Maranatha, karena unsur bisnis yang dikedepankan.

“Masak mahasiswa dari semester 8 hingga 10 mau ditempatkan di semester 3. Hal ini sungguh tidak benar, sebab kasihan dengan mereka yang telah mengeluarkan biaya banyak untuk menempuh pendidikan di Akper Mandiri,” ujar Marcale Piwung kepada wartawan di Kupang, Rabu (03/07).

Menurutnya, semua mahasiswa Akper mandiri sudah terdata di Dikti dan kesemuanya sudah mempunyai Nomor Induk Mahasiswa, jadi mereka tidak layak diperlakukan seperti ini oleh pihak Akper Maranatha. Sebelumnya, Lanjutnya, pihak Akper Maranatha telah sepakat dengan pihak DPRD NTT dan Akper Mandiri untuk menerima mahasiwa-mahasiwi dari Akper tersebut, jika sekolah mereka jadi ditutup karena masalah perijinan. Namun dengan penolakan itu berarti pihak Akper Maranatha mengingkari kesepakatan.

DPRD tidak bisa memaksa pihak Akper Maranatha untuk menerima mahasiswa/i dari Akper Mandiri. Namun kami mengharapkan kebijakan dari pihak Maranatha untuk menerima mereka demi bisa melanjutkan pendidikan di Akper tersebut,” ujarnya, berharap. (Nyongky)

Baca Juga :  Riau: Sepriani Diperkosa, Dibunuh & Dibuang ke Sungai oleh Pacarnya

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button