Home / Sport / Direktur RSUD Kefamenanu Kecam Anggota DPRD TTU

Direktur RSUD Kefamenanu Kecam Anggota DPRD TTU

Bagikan Halaman ini

Share Button

Demo RSUD Kefa
Moral-politik.com. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu, dr. Hery Fernandes mengecam tindakan arogansi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timor Tengah Utara, Theodorus Tahoni.  Kecaman ini terkait sikap Tahoni yang menghina dan mencaci maki bahkan nyaris menganiaya dokter Fanji Saut Sahata Nadea pada  Jumat (26/7) sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut dokter Dery, tindakan Thedorus Tahoni, sangat tidak terpuji. “Bagaimana mungkin sebagai anggota Dewan yang terhormat bisa mengeluarkan kata-kata kasar kepada seorang dokter yang sedang bertugas menyelamatkan masyarakat,” katanya.

Dia menyebutkan, ada berapa kata kotor yang diungkapkan saat Tahoni masuk ke ruang IGD. Diantaranya dokter bodok, tolol, kamu tidak tahu siapa saya, tolong salamkan direkturmu dari saya dan sebagainya. Padahal pada saat yang sama sang dokter sementara melayani pasien yang baru masuk IGD.

Hal serupa juga diungkapkan KTU RSUD Kefamenanu, Robert Ceunfin. Dia menyesalkan sikap  anggota dewan yang tidak beretika dan tidak bermoral.  “Sebenarnya seorang dewan itu harus lebih tahu tentang sistem karena dia yang membuat aturan itu. Kalau sampai seorang anggota dewan yang melanggar aturan dan membuat kericuhan di rumah sakit, saya anggap dia itu tidak bermoral dan beretika,”kecam Robert.

Asal tahu saja, penyebab utama tindakan Tahoni hanya hal sepele. Anggota dewan itu ingin meminta formalin kepada dokter yang saat itu sementara melayani pasien dalam keadaan kritis.  Fanji Saut Sahata Nadea di gedung DPRD TTU menjelaskan, “awalnya saya sementara memeriksa seorang pasien yakni bocah berusia satu tahun yang kritis akibat cedera di kepala. Dan saat bocah itu dibawa ke IGD, sudah dalam keadaan tak bernafas dan tak ada nadi sehingga kita sempat memberikan tindakan serta saya pun menulis di status laporan pasien. Tiba-tiba muncul seorang bapak yang menanyakan sekaligus meminta formalin kepada saya, namun karena sibuk saya memintanya untuk bersabar beberapa menit,”ungkap Fanji.

Baca Juga :  Pembenahan Objek Wisata di Rote Ndao Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Rupanya jawaban saya itu membuat dia  mendesak agar segera menyediakan formalin karena menurutnya formalin sudah dicarinya di semua apotik tetapi tidak ada. Saya pun dengan tenang meminta dia untuk menunggu sebentar. Jawaban saya itu membuatnya marah dan mengatakan kamu tidak tahu siapa saya,”ucap Fanji menirukan sang anggota dewan.

Lantaran tidak mengetahui yang dihadapannya adalah anggota DPRD, Fanji secara terus terang mengatakan kalau tidak mengenalinya.”Saya jawab kalau saya tidak kenal sama dia. Dengan emosi dia mengatakan kalau dirinya adalah anggota DPRD, sambil bergerak maju hendak memukul saya. Karena sempat emosi saya pun berdebat dengannya,”kata Fanji.

Selain mau memukul saya, dia juga memaki dan menghina saya di depan banyak orang katanya saya ini dokter yang bodoh dan brengsek. Selain itu juga dia mengancam akan menunggu saya pada saat sidang anggaran di DPRD nanti. Pertengkaran itu akhirnya dileraikan oleh sejumlah orang termasuk istri anggota dewan tersebut”lanjut Fanji.

Menurut Fanji, ancaman anggota DPRD itu untuk menunggu pada sidang anggaran di DPRD tidak ada kaitannya dengan dirinya, karena Ia ditugaskan langsung dari Kementrian Kesehatan pusat.  (amy)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button