Home / Pena_VJB / GSK: Kebijakan Manajemen RSUD Mengusir PKL Tidak Populer

GSK: Kebijakan Manajemen RSUD Mengusir PKL Tidak Populer

Bagikan Halaman ini

Share Button

nnmjnmmmj

 

Moral-politik.com. Anggota DPRD NTT, Gabriel Suku Kotan (GSK) menilai deadline sampai 9 juli 2013 yang diberikan pihak manajemen  kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk meninggalkan lokasi berjualan mereka di RSU. W.Z. Johanes Kupang merupakan kebijakan yang tidak popular, karena secara tidak langsung mereka telah mematikan usaha dari para PKL yang telah menggantungkan hidup dari berdagang di tempat itu.

“Kebijakan yang tepat adalah merelokasi mereka di salah satu tempat di rumah sakit itu, dan bukannya mengusir mereka. Mereka sudah puluhan tahun telah berdagang di tempat itu dan keberadaan mereka sangat membantu para pasien dan pengunjung, sehingga langkah yang tepat adalah dipindahkan saja ketempat yang tidak mengganggu sesuai penilaian manajemen rumah sakit,” kata GSK, anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Demokrat kepada wartawan di Kupang, Senin (08/07).

Sebagai wakil rakyat, GSK menilai pihak RSUD tidak pernah memikirkan tentang pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan PKL di lokasi itu juga merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan, banyak keperluan yang dibutuhkan oleh pengunjung maupun pasien yang disediakan oleh para PKL selama 24 jam penuh, sehingga kebutuhan itu bisa didapatkan dengan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Jika kita butuh air minum, makanan ringan dan minuman ringan lainnya, kita tinggal melangkah keluar beberapa meter sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi jika mereka tidak ada, kita harus keluar jauh untuk mencari, itu pun kalau di tempat lain masih ada pelung bagi mereka untuk membuka dagangannya. Tapi kalau tidak tentu akan menghadapi banyak kesulitan,” kata GSK.

Oleh karena itu, GSK berharap, pihak rumah sakit jangan sampai mengusir para pedagang itu, tetapi mereka direlokasi ke tempat yang layak untuk berjualan di dalam rumah sakit. (Nyongky)

Baca Juga :  Ronda: Diduga Kadispar Pangkas Biaya Perjalanan untuk Pilkada

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button