Home / Populer / Hari Ini DPRD Gelar RDP dengan Manajeman PD.Ita Esa

Hari Ini DPRD Gelar RDP dengan Manajeman PD.Ita Esa

Bagikan Halaman ini

Share Button

13

foto: ilustrasi sidang dprd rote ndao.

 

Moral-politik.com. Untuk penuntasan dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan manajemen Perusahan Daerah Ita Esa, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao menjadwalkan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada, Kamis (18/7) hari ini.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rote Ndao, Adri Lau, SE usai menerima para pengecer pupuk di ruang kerja Komisi C, Selasa (16/7) siang.

Dalam rapat tersebut, kata dia, pihaknya akan menghadirkan Direktur PD.Ita Esa, Mirakel Riwu, SE, Kepala Dinas Pertanian, dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao serta intansi terkait lainnya.

“Dalam rapat ini juga nanti, kami akan hadirkan Pak Bupati,” kata politisi asal Partai Golkar, Kabupaten Rote Ndao itu.

Selain itu, tambahnya, saat digelar  rapat Kamis, 18 Juli 2013, pihak PD.Ita Esa maupun instansi terkait lainnya diharapkan menyiapkan dokumen yang berkaitan dengan hibah anggaran untuk pengadaan pupuk ke perusahan itu.

Kepada wartawan, dirinya mengaku kesal dengan ulah direktur PD.Ita Esa, Mirakel Riwu yang terkesan tidak bertanggungawab atas pengelolaan perusahan itu. Padahal, kata dia, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao hampir setiap tahun menyalurkan modal ke perusahan tersebut.

Sementara itu, pengecer pupuk dari KUD Mina Sumber Hidup di Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru, Welem Anton Ndun saat mengadu ke Komisi C DPRD Kabupaten Rote Ndao, di gedung DPRD Rote Ndao, Selasa (16/7) keluhkan ulah direktur PD.Ita Esa, Mirakel Riwu, SE yang diduga menggelapkan uang pembelian pupuk yang disetor 19 pengecer dengan jumlah diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Sesuai mekanisme, kata Welem, penyaluran pupuk yakni produsen dalam hal ini PT.Pupuk Kaltim menyalurkan pupuk melalui distributor, dan selanjutnya didistribusikan ke pengecer baru ke petani. Berdasar mekanisme tersebut, lanjutnya, pihaknya telah menyetor uang ke PD.Ita Esa selaku distributor pupuk di wilayah Kabupaten Rote Ndao sejak akhir tahun anggaran 2012 lalu.

Baca Juga :  Walikota Rotterdam Gurui Jokowi Atasi Banjir

Ironisnya, lanjut dia, tahun telah berganti dan musim tanam telah berlalu, hingga saat ini pihaknya tak mendapatkan pupuk sesuai setoran yang telah dibayarkan pihaknya.

Sebab, menurutnya, dalam tahun anggaran 2012, dirinya menyetor uang senilai Rp129 juta untuk mendapatkan quota 75 ton pupuk di desa tersebut. Namun hingga saat ini, dirinya baru mendapatkan 42 ton pupuk sementara selebihnya belum disalurkan pihak PD Ita Esa.

“PD Ita Esa ini memiliki 19 pengecer, sampai saat ini sebagian besar pengecer belum mendapatkan pupuk sesuai uang yang telah disetor. Kami sudah pertanyakan hal ini ke PD Ita Esa, tetapi mereka katakan bahwa stok tidak ada, sementara stok di gudang PT.Kaltim Ba’a pupuk masih banyak tetapi mereka tidak layani kami,” katanya.

Yang membingungkan pihaknya, sebut dia, setelah pihaknya terus mendesak soal tunggakan pupuk tersebut, Direktur PD.Ita Esa beralasan bahwa persoalan pupuk yang belum tuntas disalurkan itu menjadi tanggungjawab Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM.

“Selama ini dia beralasan bahwa pak Bupati yang akan selesaikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sesuai hasil perhitungan yang dilakukan pihaknya, total uang yang diduga digelapkan Direktur PD.Ita Esa, Mirakel Riwu diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

“Jumlah uang yang telah disetor para pengecer dan bila ditambah modal yang disertakan Pemda, maka jumlah uang yang terindikasi digelapkannya bisa mencpai Rp1 miliar,” ungkapnya.(lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button