Home / Pena_VJB / Hindari Pelecehan Seksual dengan Kondom Bergerigi

Hindari Pelecehan Seksual dengan Kondom Bergerigi

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

Moral-politik.com.  Kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual kerap terjadi di belahan dunia manapun. Wanita lebih banyak menjadi korbannya, dan sukar untuk menghindarkan dirinya dari musibah ini. Kini ada berbagai barang diciptakan untuk melindungi wanita dari pelecehan seksual, mulai dari semprotan cabai, hairy stocking, hingga kondom yang bergerigi.

Sonnet Ehlers menciptakan kondom bergigi bernama Rape-aXe, untuk mencegah aksi perkosaan di Afrika Selatan. Kondom bergigi itu akan membuat pemerkosa menderita, karena pelaku tak akan bisa berjalan dan buang air kecil. Ehlers terinspirasi membuat kondom ini karena dirinya pernah menangani korban perkosaan yang menderita beban psikologis yang berat.

“Rasanya sakit, dia (pemerkosa) tidak bisa kencing dan berjalan ketika itu. Jika dia (pemerkosa) mencoba untuk melepaskannya, maka akan menggenggam lebih erat tetapi bukannya lepas, kondom bergigi itu akan menyakitinya lebih parah,” ujar Ehlers seperti dilansir situs CNN.com, Sabtu (30/6) dikutip dari merdeka.com. Ehlers berharap kondom ini memberi efek jera bagi pemakainya dan mengurungkan niat pelaku pelecehan seksual untuk melancarkan aksinya. Kasus pemerkosaan memang tinggi sekali di Afrika Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya wanita yang terkena HIV/AIDS karena diperkosa.

Kondom ini diciptakan Ehlers dengan penuh pengorbanan. Ehlers menjual rumah dan mobilnya untuk biaya riset serta bereksperimen berkali-kali untuk menemukan bentuk yang sesuai dan tidak menyakiti wanita itu sendiri. Ehlers ingin wanita merasa aman dan tidak menjadi korban pemerkosaan. Niat baik Ehlers sendiri mendapatkan beberapa kritikan namun hal ini tidak menyurutkan niat Ehlers untuk meminimalisir terjadinya kasus pemerkosaan.

Sumber: vemale.com

 

 

 

 

Baca Juga :  TTU : Stock Darah Terbatas, Tinggi Kematian Ibu Melahirkan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button