Home / Sport / Inilah Jurus Bebas Kecelakaan Lalu Lintas

Inilah Jurus Bebas Kecelakaan Lalu Lintas

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

Moral-politik.com. Dirlantas Polda NTT, mengatakan, kecelakaan umumnya didahului oleh pelanggaran ketentuan berlalulintas, baik karena melanggar rambu, isyarat melanggar batas kecepatan atau pelanggaran lainnya.

“Kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi hingga mengakibatkan celaka bagi pengemudi atau orang lain disebabkan tak kunjung sadarnya pengemudi,” katanya.

Akibatnya, kecelakaan menjadi pembunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan stroke. Maka dari itu, diisyaratkan Teguh, tanggung jawab pengemudi menjadi mutlak.

Dijelaskan, ada enam teori sederhana yang perlu diingat untuk menekan risiko lakalantas. Pertama, harus terlihat oleh pengemudi lain, maka kenakan warna pakaian yang kontras atau menyolok.

Langkah umum yg dilakukan oleh negara lain dan sekarang di Indonesia juga dilaksanakan adalah lampu motor harus dihidupkan dan berjalan di lajurnya (motor dan mobil punya lajur tersendiri).

Dua, aktifkan selalu komunikasi dengan pengemudi lain, caranya hidupkan lampu sein saat berbelok atau berpindah lajur. Lampu rem berfungsi sehingga pengendara yang dibelakangnya bisa tahu saat mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan.

Ketiga, jaga jarak dengan kendaraan di depan, baik saat menyalip atau disalip, juga saat berjalan berdampingan. Keempat, cermati lintasan yang akan dilalui untuk perjalanan 12 detik ke depan, sehingga dapat menentukan reaksi apa yang perlu dilakukan oleh pengemudi.

Kelima, amati bahaya yang dihadapi, jalan berlubang, lalu lintas kendaraan lainnya, pejalan kaki yang menyebrang.

Keenam, siap bereaksi dengan cepat kalau ada bahaya yang menghadang. Ingat penyebab kecelakaan tunggal biasanya jarang terjadi.

“Kecelakaan merupakan beberapa penyebab sekaligus yang tidak dapat atau tidak mampu diantisipasi oleh pengemudi. Jadi, bila ingin terhindar dari kecelakaan, maka ikutilah seluruh peraturan yang diwajibkan untuk pengemudi dalam berlalu lintas,” ujarnya, mengingatkan. (Ale)

Baca Juga :  Penyidik Masih Menunggu Perhitungan BPKP NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button