Home / Pena_VJB / Jelang Tanggal Pencoblosan Pilkada Rote Ndao, 14 Kepsek Dimutasi

Jelang Tanggal Pencoblosan Pilkada Rote Ndao, 14 Kepsek Dimutasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

5foto: ilustrasi sekolah.

 

Moral-politik.com. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rote Ndao, 5 Agustus 2013 mendatang, sebanyak 14 Kepala Sekolah di Kabupaten Rote Ndao dimutasikan.

Sejumah Kepsek yang dimutasikan itu meliputi 13 Kepala Sekolah SD dan satu orang Kepsek SMP. Ke 13 Kepsesk SD yang dimutasikan itu diantaranya, Kepsek SDN Oesosole, SDN Lela, SDI Oebatu, SDN Lalukoen, SD GMIT Oebela, SDI Tuabuna, SDN Kul, SD GMIT Oesamboka, SD GMIT Maku, SDI Mbiu, SDI Pokodano, SD GMIT Ingguinak dan Kepsek SDI Maeoe. Sementara Kepsesk SMP yang dimutasikan yakni Kepsek SMPN 3 Lobalain.

Selain ke 14 orang kepsek yang dimutasikan, Pemkab Rote Ndao juga disebut-sebut melakukan mutasi puluhan guru di Kabupaten Rote Ndao. Pelaksanaan mutasi tersebut pasalnya ditengarai adanya kepentingan politik.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Yakob Malelak kepada wartawan di Ba’a, Selasa (30/7).

Menurutnya sesuai surat pengaduan dari 14 Kepsek yang dimutasikan itu melalui surat nomor : 01/VII/2013 dengan perihal menyatakan menolak mutasi bagi 14 orang Kepsek tersebut.

Masih menurutnya, penolakan itu dilakukan sebab pelaksanaan mutasi yang dilaksanakan bertentangan keputusan menteri pendidikan noor 062/U/2003 tentang jabatan Kepsek SD, SMP, SMA dan SMK.

Sebab sesuai keputusan itu, jabatan seorang kepala sekolah sekurang-kurangnya empat tahun menduduki jabatan baru dapat dimutasikan. Sementara dalam PP nomor 53 tahun 2003 lanjutnya, seorang kepala sekolah yang diturunkan dari jabatannya harus berdasar supervisi penbgawas sekolah.

“Mutasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao ini ini jelas-jelas sangat keliru dan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. Sepertinya ini dilakukan tanpa memperhatikan Kemendiknas nomor 13 tahun 2003 tentang standar kepsek dan Kemendiknas nomo 28 tahun 2010 tentang penugasan guru biasa sebagai Kepsek, Kemendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang juknis pelaksanaan  jabatan fungsional guru dan angka kredit,” terangnya.

Baca Juga :  Jarak Bukan Soal untuk Raih Sukses

Sementara itu mantan Kepsek Mbiu, Us Aplugi yang dihubungi wartawan pertelepon membenarkan dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah.

“Saya sudah diganti setelah ada pelantikan Kepala Sekolah baru beberapa waktu lalu. sampai sekarang belum ada serah terima jabatan dan saya tidak lagi menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah,” terangnya. (lima)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button