Home / Sport / Kajati NTT Minta Daniel Adoe Berkata Jujur

Kajati NTT Minta Daniel Adoe Berkata Jujur

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kajati NTT (2)3

Moral-politik.com –  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Domu P Sihite meminta  mantan Wali Kota Kupang, Daniel Adoe  mengatakan sejujurnya soal tandatangannya dalam 3 SK pengadaan buku SD dan SMP di Kota Kupang.

Domu P Sihite mengatakan, mantan Wali Kota Kupang, Daniel Adoe harus berkata  secara jujur terkait tandatangan yang katanya dipalsukan itu. “Saya minta minta mantan Wali Kota Kupang, Drs. Daniel Adoe untuk berkata jujur terkait tandatangan dalam 3 SK pembentukan panitia lelang untuk pengadaan buku untuk SD dan SMP se-Kota Kupang pada Dinas PPO Kota Kupang,” katanya.

Domu P Sihite juga minta Daniel Adoe untuk membuktikan bahwa tandatangannya itu dipalsukan oleh oknum lain. “Jika memang itu palsu kenapa saat ini menjadi kasus dugaan korupsi?” kata Sihite dalam nada tanya.

Dia mengatakan, Kejati NTT saat ini memegang foto copy tiga SK yang ditandatangani Daniel Adoe sebagai walikota Kupang saat itu. Tanda tangan dalam 3 SK ini yang menurut Daniel Adoe adalah palsu atau bukan dirinya yang tanda tangan.

Domu Sihite yakin, tiga SK yang asli masih ada dan itu merupakan bukti kuat. “Kalu memang palsu, dari mana foto copynya. Yang jelas pasti aslinya ada. Sehingga saya minta Daniel Adoe itu jujur saya, tidak usah membuat masalah tambah panjang,” katanya.

Soal kemungkinan menjerat mantan walikota Kupang, Domu P Sihite mengatakan dia masih menunggu laporan lebih lanjut dari tim penyidik Kejati NTT. Jika perkembangan kasus tersebut sudah menunjukan titik terang maka dirinya akan mengambil sikap terkait kasus dugaan korupsi pengadaan buku untuk SD dan SMP tahun anggara 2010 sebesar Rp 4 miliar pada Dinas PPO Kota Kupang.

Baca Juga :  Tingginya Peralihan Fungsi Hutan di NTT

Domu P Sihite menyesalkan pernyataan mantan walikota Kupang Daniel Adoe, soal tanda tangan pada 3 SK itu bukan dirinya yang tanda tangan alias dipalsukan.” Namun itu merupakan hak pribadinya untuk menyangkal. Kejati NTT akan terus memeriksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan buku SD dan SMP se-Kota Kupang pada Dinas PPO Kota Kupang. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button