Home / Pena_VJB / Kapolda NTT Diminta Periksa Dir Reskrim Terkait Laporan Kasus Trafficking

Kapolda NTT Diminta Periksa Dir Reskrim Terkait Laporan Kasus Trafficking

Bagikan Halaman ini

Share Button

SONY DSC

 

Moral-politik.com. Hingga saat ini  penangan  kasus penjualan manusia (trafficking) yang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya sebatas dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sampai saat ini juga belum ada kejelasan terkait kasus itu. Karena itu, Kapolda NTT, Brigjend. Pol. Untung Yoga Ana diminta untuk segera memeriksa Dir Reskrim Umum dan jajarannya sampai di mana kasus-kasus tersebut diselesaikannya.

Anggota DPD RI Sarah Lery Mboeik kepada wartawan, Sabtu (27/7)  menilai, hingga saat ini, Polisi di NTT tidak ada upaya untuk menyelesaikan berbagai kasus yang diadukan berkaitan dengan trafficking.

“Kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat, bahkan kami dari DPD sendiri melaporkannya, justru tenggelam entah ke mana? Habis buat BAP kasusnya juga hilang,” kata Lery.

Lery  menyebutkan, berbagai kasus yang pernah diadvokasi dan dilaporkannya, seperti 89 TKW yang dipulangkan dari Malaysia hingga saat ini tenggelam. Selain itu kasus Ery Ndun yang dilaporkan 18 Januari 2013. Ery diberangkatkan oleh seorang ibu bernama Rebeka kemudian disiksa di tempat kerjanya di Malaysia, hingga hampir bunuh diri dan gajinya tidak diberikan dengan berbagai macam alasan.

“Aneh memang, setelah kita laporkan, buat BAP-nya, kemudian hilang. Bahkan Rebeka sendiri sampai saat ini mungkin tidak diperiksa,” paparnya.

Kasus lainnya, kata Lery, juga menimpa Wati Nomleni, warga RT 16/RW 04, Desa Bijaepunu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, yang hilang tanpa kabar. Nomleni, kata dia, diberangkatkan oleh Jack Ndun pemilik PT Mega Utama pada 13 Januari 2010. Gajinya selama bekerja dua tahun di Malaysia tidak diberikan kepadanya.

“Kasus ini juga sudah kita laporkan kepada polisi di Mapolda NTT 14 November 2012, tetapi tidak pernah ada tindaklanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahta Pangeran Charles di ujung Tanduk

Lery mengakui, secara pribadi patut mencurigai kinerja polisi yang tidak mampu untuk menyelesaikan berbagai kasus trafficking tersebut.

“Kita patut curigai, ada sistem 86 yang diberlakukan untuk menyelesaikan berbagai kasus tersebut,” pungkasnya. (richo)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button